Saksi yang Ungkap Cerita Alvaro Dibunuh Bawa Bukti Ini ke Polisi

2026-01-12 04:05:24
Saksi yang Ungkap Cerita Alvaro Dibunuh Bawa Bukti Ini ke Polisi
Saksi pelapor bernama Muhammad Reza (46) mengungkap cerita ke polisi bahwa Alvaro Kiano Nugroho (6) telah dibunuh. Reza membawa bukti rekaman pembicaraan dengan asisten rumah tangga (ART) terkait kematian Alvaro."Saya membawa rekaman pembicaraan saya dengan ART, sama anak-anaknya yang diceritakan," kata Reza dilansir Antara, Rabu (26/11/2025).Saat itu Alvaro belum ditemukan setelah hilang selama 8 bulan sejak Maret 2025. Reza mengatakan bukti yang dibawa merupakan rekaman suara dan keterangan saksi untuk dilaporkan ke Polsek Pesanggrahan.Setelah laporan itu ditindaklanjuti, polisi kemudian menangkap ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar (49), yang merupakan pelaku pembunuhan. Kemudian, polisi juga mendapatkan petunjuk bahwa jenazah Alvaro dikubur di area Sungai Cilalay di Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar)."Ya, dari bukti-bukti kecil itu terungkap siapa pelakunya dan jenazah di mana," ujarnya.Reza mengaku sempat takut melapor ke polisi soal kasus kematian Alvaro. Reza memutuskan lapor ke polisi karena iba atas kasus tersebut."Jadi sebenarnya, kita sudah tahu dari September. Cuma saya baru punya keberanian untuk melaporkan karena masih takut dan saya nggak ngerti detailnya," kata Reza.Reza mengaku mengetahui berita Alvaro, tapi belum berani melapor karena belum mengerti kronologi maupun inti kasus pembunuhan tersebut. Dia kemudian mengumpulkan info hingga akhirnya lapor ke polisi.Reza mendengar kasus pembunuhan Alvaro dari N, anak ART-nya. N mendapat cerita dari seorang remaja keponakan ayah tiri Alvaro.I lalu menceritakan kepada ibunya, bahwa teman sekolahnya mengetahui adanya kejadian pembunuhan itu. Reza mengatakan tak ada ancaman karena I dan keponakan pelaku merupakan kawan baik. "Saksi diceritakan oleh temannya. Temannya itu merupakan keponakan dari Tersangka yang berusia 16 tahun," ucapnya.Dari keterangan saksi itu, Reza semakin merasa kasihan setelah melihat postingan kakek Alvaro di media sosial Instagram. Reza lalu mulai mengumpulkan bukti untuk berani melapor kepada Polsek Pesanggrahan.Adapun laporan itu berupa keterangan saksi yang mengaku mengetahui aksi yang dilakukan oleh tersangka pembunuhan, Alex Iskandar."Ya, laporan ada kejadian bahwa om saya melakukan pembunuhan terhadap anak. Anaknya siapa? Ditunjukkan di media sosial, ini loh anaknya namanya Alvaro Kiano Nugroho," ucapnya.Polisi menangkap Alex pada Jumat (21/11) malam. Alex menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 dan sempat berencana bercerai.Polisi kemudian menemukan Alvaro, yang hilang sejak Maret 2025, dalam kondisi berbentuk kerangka di dekat Sungai Cilalay, Tenjo, Bogor. Alex mengaku tega membunuh Alvaro karena cemburu pada istrinya. Pelaku melakukan bunuh diri di ruang konseling Polres Jaksel.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-12 02:44