JAKARTA, - Permasalahan kantor pemerintahan kota Magelang, Jawa Tengah, berakhir sudah. Setelah 42 tahun terkatung-katung, akhirnya polemik tersebut diselesaikan dengan cara win-win solution.Pemkot Magelang selama ini berkantor di gedung milik Akademi Militer (Akmil) dan sudah diminta untuk pindah per tahun 2028.Namun, pemindahan diurungkan setelah ditandatangani adendum antara pihak Pemkot dan Akmil."Alhamdulilah, akhirnya pada minggu kemarin, kita tidak jadi pindah tapi dengan syarat-syarat tertentu, yang kita ambil adalah saling menghibahkan," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam kunjungannya ke kantor Redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa .Damar pun menceritakan proses perubahan kesepakatan dari awalnya yang mengharuskan Pemkot keluar dari gedung milik Akmil itu sampai akhirnya boleh terus menggunakannya.Menurutnya, dia mulai melobi sejak dia dilantik menjadi Wali Kota pada Februari 2025, mulai dari Mabes TNI sampai Kemenko Polkam.Baca juga: Jelajah Slow Bar di Magelang, Menikmati Kopi dan InteraksiSebetulnya, Pemkot Magelang dapat hibah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tapi terkendala di biaya dan ukuran tanah yang tak memadai."Tapi sing bangun piye? Dengan tanah segitu, kita mindah mungkin ada seribuan lebih, terus ruang-ruangannya engko seperti apa? Karena kecil, sempit yang dari Kementerian Keuangan," tuturnya.Dari lobi-lobi tersebut, akhirnya muncul tanggapan sampai akhirnya dibuatlah adendum atau perubahan kesepakatan.Damar mengatakan, pihaknya menghibahkan tanah milik Pemkot untuk pengembangan Akmil TNI dalam kesepakatan tersebut.Baca juga: Rute ke Gunung Giyanti via Malanggaten, Cuma 30 Menit dari Kota MagelangKOMPAS.COM/IKA FITRIANA Tiga logo TNI dipasang di bagian atas gedung Kantor Wali Kota Magelang oleh sejumlah anggota TNI, Jumat ."Nah, win-win solution ini ternyata bisa, tidak usah nunggu lama. Jadi apa-apa itu kalau tidak ada kepentingan satu sama lain itu cepet," tuturnya."Kepentingan aku dinggo masyarakatku, dinggo kotaku. Akademi TNI kepentingannya untuk pengembangan TNI, clear sebenarnya," tambah Damar lagi.Damar merupakan sedikit dari ratusan kepala daerah yang tidak bergelar sarjana.Hanya buku yang membuatnya bisa sampai ke titik ini. Kemampuannya datang dari ketekunannya membaca buku."Saya tuh orang susah secara ekonomi. Saya enggak kuliah, tapi saya tukang baca buku," katanya.
(prf/ega)
Bukan Gelar yang Bicara, tapi Gagasan: Cerita Wali Kota Magelang Damar Prasetyono Selesaikan Konflik Gedung Pemkot
2026-01-15 16:36:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-15 16:25
| 2026-01-15 16:23
| 2026-01-15 14:51










































