Resep Pecak Lele Khas Betawi, Gurih Asam dengan Kuah Santan Rempah

2026-01-16 23:31:51
Resep Pecak Lele Khas Betawi, Gurih Asam dengan Kuah Santan Rempah
JAKARTA, – Pecak merupakan salah satu olahan ikan air tawar yang dikenal dengan cita rasa asam dan gurih, berpadu dengan aroma rempah yang kuat. Hidangan ini kerap dijumpai dalam khazanah kuliner Betawi.Jenis ikan yang digunakan umumnya ikan air tawar seperti lele atau gurami. Istilah “pecak” sendiri berasal dari kata pecek atau pecel dalam bahasa Jawa, yang merujuk pada teknik menekan atau menguleg bahan makanan. Meski terdengar mirip, pecak berbeda dengan pecel lele yang lebih populer.Pada pecel lele, ikan biasanya digoreng lalu disajikan dengan sambal dan lalapan. Sementara itu, pecak lele diolah dengan cara dibakar, kemudian disiram kuah santan berbumbu rempah yang kaya rasa.Baca juga: Resep Rendang Ayam Padang Tanpa Kelapa Parut, Apa Saja Bumbunya?Dalam buku Jajanan Kaki Lima Khas Betawi karya Linda Carolina Brodjojo terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, dijelaskan cara membuat pecak lele yang relatif sederhana dan bisa dipraktikkan di rumah.Baca juga: Resep Donat Labu Kuning 1 Telur, Empuk dan Lembut Walau Sudah DinginKOMPAS.COM/ANGGITA MUSLIMAH Pecak lele salah satu makanan khas Betawi yang ada di Bekasi, Pondok Gabus Lukman, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis . 1. Bersihkan lele hingga tuntas, buang isi perut dan insang, lalu buat beberapa sayatan di bagian badan ikan.2. Lumuri lele dengan asam jawa dan garam, diamkan sekitar 10 menit agar bumbu meresap.Panggang ikan di atas bara api kecil hingga matang merata, lalu sisihkan.3. Haluskan semua bumbu, campurkan dengan santan, kemudian masak di wajan hingga mendidih.4. Masukkan daun kemangi, aduk sebentar hingga aromanya keluar.5. Tata lele bakar di piring saji, lalu siram dengan kuah pecak. Sajikan selagi hangat.Buku Jajanan Kaki Lima Khas Betawi karya Linda Carolina Brodjojo dapat diperoleh melalui Gramedia Pustaka Utama maupun Gramedia.com.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 22:27