Normalisasi Tukad Mati, Bupati Badung Inginkan Kawasan yang Bisa Cegah Banjir dan Ruang Rekreasi

2026-01-15 10:23:57
Normalisasi Tukad Mati, Bupati Badung Inginkan Kawasan yang Bisa Cegah Banjir dan Ruang Rekreasi
- Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung berkomitmen untuk terus melakukan normalisasi sekaligus penataan kawasan Tukad Mati. Selain mencegah banjir, kawasan Tukad Mati diharapkan bisa dikembangkan menjadi ruang rekreasi masyarakat. “Langkah ini akan kami lakukan secara berkala. Namun, aliran Tukad Mati juga melintasi wilayah lintas kabupaten/kota sehingga perlu kerja sama semua pihak,” ujarnya dalam siaran pers.Dia mengatakan itu saat meninjau alat penyaring sampah (trash rack) di alur Tukad Mati, Kelurahan Legian, Kuta, pada Jumat . Selain bebas banjir, Adi berharap, sungai di kawasan tersebut bisa ditata menjadi destinasi rekreasi, seperti kawasan untuk memancing. Baca juga: Tingkatkan Potensi Pantai Kuta, Bupati Badung Bahas Penataan dan Abrasi Bersama Komunitas“Saya juga sudah instruksikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar selain pembersihan dan penghijauan sehingga sungai tidak lagi menjadi halaman belakang, tetapi menjadi wajah depan kita,” tegasnya.Pada kesempatan itu, Adi mengatakan, Pemkab Badung melakukan sejumlah persiapan, termasuk peninjauan kawasan Tukad Mati, untuk menghadapi musim penghujan.Peninjauan itu juga dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi banjir yang pernah terjadi sebelumnya. “Untuk mengantisipasi hal itu, kami memantau langsung ke lapangan memastikan kegiatan normalisasi berjalan dengan baik,” katanya. Adi menegaskan, Pemkab Badung melalui Dinas PUPR telah rutin melakukan pengerukan sedimentasi agar aliran sungai tetap lancar dan bebas sampah. Baca juga: Sempat Tertunda, Bupati Badung Targetkan Program Penghargaan Rp 5 Juta bagi Lansia Cair pada 2026“Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, saya mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.Adi menambahkan, Pemkab Badung juga melakukan penambahan pompa air untuk mempercepat debit air yang mengalir ke hilir saat curah hujan tinggi. Pemikiran itu berkaca hasil evaluasi banjir yang pernah melanda Bali, khususnya Badung dan Denpasar beberapa waktu lalu."Kami mengatasi banjir dan berangkat dari evaluasi kemarin. Di hilir itu, kayak di Tukad Pancing, di Jalan Dewi Sri, termasuk di Sentral Parkir sebenarnya sudah ada pompa,” katanya. Adi mengatakan, pompa yang akan ditambahkan memiliki kekuatan 30.000 liter per detik dengan total unit mencapai delapan hingga sembilan pompa. Proyek penambahan pompa dan pelebaran alur sungai ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 220-260 miliar.Baca juga: Dorong Pertumbuhan UMKM, Pemkab Badung Naikkan Plafon Sidi Kumbara hingga Rp 100 Juta"Makanya, sekarang kami akan menambah pompa kalau enggak salah, itu dengan kekuatan 30.000 liter per detik. Kalau enggak salah itu ada delapan atau sembilan pompa," jelasnya.Turut hadir dalam peninjauan trash rack itu Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, serta Plt. Kadis PUPR Kabupaten Badung I Nyoman Karyasa beserta jajaran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-15 08:28