SeaBank Pilih Fokus Benahi Layanan, Wacana IPO Masih Ditahan

2026-01-16 12:07:23
SeaBank Pilih Fokus Benahi Layanan, Wacana IPO Masih Ditahan
–Isu IPO bank digital kembali ramai, tetapi PT Bank Seabank Indonesia memilih menahan diri.Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia Junedy Liu menegaskan bank lebih memprioritaskan perbaikan layanan.“Kami jujur belum (tertarik IPO). Karena kami merasa PR kami masih banyak. Jadi biar kami fokus dulu kepada masyarakat yang ingin kami layani, masalah (IPO) itu kami pikirkan kemudian hari,” ujar Junedy di Jakarta, Kamis .Baca juga: CDIA, CBDK, dan EMAS Masuk Top 10 IPO Terbesar di ASEAN Sepanjang 2025SeaBank baru naik kelas ke KBMI 2 setelah modal inti mencapai Rp 6 triliun per Oktober 2025. Kenaikan modal berasal dari return earning yang terus diperkuat.Sebulan menjadi bagian dari KBMI 2, SeaBank belum menyiapkan target naik kelas berikutnya. Junedy menyebut fokus penyaluran kredit masih diarahkan ke kebutuhan masyarakat.Komposisi kredit yang bersumber dari ekosistem Shopee masih dominan di kisaran 70 persen. Upaya mengurangi dominasi ini terus dirancang demi diversifikasi yang lebih sehat.Lonjakan permintaan kredit tetap terjadi saat promo tanggal kembar di platform belanja online. “Sehingga komposisi bisnis kami dari ekosistem itu meningkat,” ucapnya.Rencana peluncuran produk kredit internal sedang digodok. Target peluncuran berada di pertengahan tahun depan.Mekanisme penyaluran kredit SeaBank saat ini masih bertumpu pada joint financing dan channeling dengan P2P lending.“(Kredit) itu akan kami berikan untuk semua. Tapi dengan data yang kami miliki, kami bisa berikan kepada UMKM,” kata Junedy. Ia memastikan bunga produk baru akan lebih rendah.Baca juga: Dorong Transaksi QRIS Nasabah, SeaBank Tawarkan Berbagai Hadiah Tren perlambatan kredit tidak mengurangi komitmen SeaBank untuk memberi akses pembiayaan kepada UMKM.Penyesuaian bunga tetap membutuhkan waktu serta data. Kedisiplinan pembukuan dari pelaku usaha juga menjadi faktor kunci.“Tapi kami tak hanya menunggu. Harapannya kami juga bisa terus mengambil peran aktif dalam mengedukasi UMKM. Sehingga dengan pembukuan yang lebih baik, mereka dapat mengakses layanan finansial formal. Tentu saja kalau masuk ke layanan finansial formal seperti perbankan, bunganya itu akan lebih bersahabat,” ujar Junedy.Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul SeaBank Tak Minat IPO dalam Waktu Dekat Meski Masuk KBMI 2, Fokus Dorong Kinerja


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-16 11:52