Kebutuhan Air Bersih Mendesak bagi Korban Bencana Sumbar, Hidran Umum Disediakan

2026-01-15 04:37:56
Kebutuhan Air Bersih Mendesak bagi Korban Bencana Sumbar, Hidran Umum Disediakan
PADANG, - Untuk mengatasi krisis air bersih bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum menyediakan 87 hidran umum (HU). Hidran umum itu disebar di Padang, Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Kota Solok."Kami sangat memahami korban bencana membutuhkan air bersih, makanya kami sediakan lewat hidran umum," kata Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, kepada wartawan, Kamis .Maria menyebutkan, selain hidran umum, penyaluran air bersih juga dilakukan di tempat-tempat strategis seperti posko bencana, dapur umum, sekolah, rumah ibadah, rumah sakit, dan lainnya.Baca juga: Korban Bencana Sumbar, 24 Jenazah Tak Teridentifikasi Dimakamkan Massal di PadangSejak masa tanggap darurat pada 25 November 2025 lalu, sudah disalurkan 87 hidran umum, 15 unit mobil tangki air (MTA) untuk distribusi air, 14 set toilet portable, dan 8 set biority."Tim tanggap darurat kami kerja siang malam untuk memberikan air bersih bagi korban bencana," kata Maria.Maria menyebutkan pihaknya berharap Perumda air minum segera bisa pulih dan melayani masyarakat lagi."Memang akibat bencana, Perumda air minum terdampak, makanya kami turun tangan," kata Maria.Baca juga: Kejari Padang Sita Rp 17,5 M dari Anggota DPRD Sumbar soal Dugaan Korupsi Kredit Modal KerjaKepala SMA 12, Ikhwansyah, mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan adanya penyaluran air bersih dari tim tanggap darurat Kementerian PU.SMA 12 Padang adalah salah satu sekolah yang terdampak cukup parah akibat bencana itu.Gedung sekolah terendam air hingga merusak perabotan sekolah seperti perpustakaan, komputer, dan lain sebagainya."Kebutuhan mendesak pascabencana adalah air bersih karena PDAM airnya tidak mengalir," kata Ikhwansyah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 04:17