Industri Obat Bahan Alam Kian Strategis, Riset Dexa Dapat Apresiasi

2026-01-12 15:22:45
Industri Obat Bahan Alam Kian Strategis, Riset Dexa Dapat Apresiasi
JAKARTA, – Pengembangan obat berbahan alam dinilai memiliki nilai strategis bagi kemandirian kesehatan dan ketahanan ekonomi Indonesia. Riset yang kuat dalam obat berbasis kekayaan hayati nasional dipandang dapat memperkuat industri farmasi domestik, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal.Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa hilirisasi industri kesehatan, termasuk obat bahan alam, merupakan bagian dari strategi besar untuk menyiapkan masyarakat memasuki era produktif 2045. “Kita memiliki dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing global,” ujarnya dalam pembukaan Health Innovation Festival (HAI-Fest) 2025 di Jakarta, dikutip dari siaran pers Selasa . Ia menjelaskan bahwa transformasi kesehatan Indonesia tengah bergerak menuju model yang proaktif, preventif, dan berbasis teknologi. Inovasi dari industri, termasuk pemanfaatan bahan alam Indonesia sebagai dasar terapi modern, dianggap berperan penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih mandiri. Baca juga: Kalbe Siapkan Strategi 2026, Perkuat Investasi Radiofarmaka hingga Bahan Baku ObatProf. Dante juga menyoroti capaian nasional seperti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau lebih dari 62 juta penduduk, deteksi 750.000 kasus TBC baru, serta pembangunan 22 dari 66 rumah sakit modern sebagai bagian dari penguatan fondasi kesehatan jangka panjang.Di sisi industri, penelitian Obat Modern Alami Integratif (OMAI) dikembangkan melalui Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS) dengan teknologi seperti Tandem Chemistry Expression Bioassay System, serta didukung rangkaian uji praklinis dan uji klinis di berbagai kota. Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Medica Prof. Raymond Tjandrawinata menegaskan bahwa kualitas ilmiah menjadi syarat mutlak dalam riset obat berbahan alam.“Setiap temuan OMAI harus melewati standar ilmiah tertinggi karena keamanan dan efektivitas tidak boleh dinegosiasikan,” katanya.Baca juga: Mau Bangun Pabrik Obat Plasma di Karawang, Danantara Teken MoU dengan Perusahaan KoreaIa menambahkan bahwa pemanfaatan bahan alam yang diteliti secara ketat memberi peluang bagi Indonesia untuk memiliki terapi modern yang dapat bersaing di tingkat global. “Komitmen Dexa Group dalam menjalankan uji klinis menunjukkan bahwa inovasi kesehatan karya anak bangsa bukan hanya mampu bersaing, tetapi mampu memimpin transformasi kesehatan nasional menuju kemandirian obat dan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.Sejumlah hasil riset telah masuk pedoman nasional, seperti fitofarmaka DLBS1033 (DISOLF) yang tercantum dalam Pedoman Stroke PERDOSNI 2025 dan terbukti membantu perbaikan fungsi neurologis pada pasien stroke iskemik dengan efek samping minimal. Produk Inlacin juga direkomendasikan dalam tata laksana PCOS resistensi insulin serta dinilai membantu mengontrol glikemik pada prediabetes dan diabetes tipe 2. Baca juga: Dorong Kemandirian Obat Nasional, Sido Muncul Perkuat Kerja Sama dengan Ahli Medis


(prf/ega)