Benarkah Sawit Tidak Bisa Gantikan Hutan? Ini Penjelasan Ahli UGM

2026-01-12 16:35:59
Benarkah Sawit Tidak Bisa Gantikan Hutan? Ini Penjelasan Ahli UGM
- Sebuah unggahan di media sosial X mengatakan bahwa pohon kelapa sawit tidak dapat menggantikan hutan."Sawit tidak bisa menggantikan hutan. Mengganti hutan dengan sawit bukan reboisasi. Itu deforestasi, hilangnya fungsi alam yang tak bisa digantikan. PRAY FOR SUMATERA," tulis akun @dai

** pada Sabtu . Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri bahan baku penghasil minyak. Dilansir dari Kompas.com, Jumat , Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.Data milik Foreign Agricultural Service United States Department of Agriculture (USDA) per 2024-2025 menunjukkan bahwa Volume produksi minyak sawit di Indonesia mencapai 46 juta ton per tahun, dua kali lipat lebih banyak dari volume produksi di Malaysia.Selama 2013-2019, produksi minyak sawit di Indonesia terus meningkat, dari yang semula 28 juta metrik ton naik menjadi 47 juta metrik ton.Namun, benarkah kelapa sawit tidak dapat menggantikan hutan, dan apa dampak dari hal tersebut?Baca juga: [POPULER TREN] Indonesia Juara Satu Produsen Sawit Dunia | Ferry Irwandi Salurkan 5,2 Ton Bantuan untuk Korban Banjir SumateraPeneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS), Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hatma Suryatmojo mengatakan bahwa lahan hijau tanaman sawit berbeda dengan hijaunya hutan."Meski sawit sering diklaim tetap membuat lahan hijau, tapi sesungguhnya sama sekali berbeda dengan hijaunya hutan," ujar Hatma ketika dihubungi Kompas.com pada Sabtu .Dari sudut pandang ekologi dan hidrologi, Hatma mengatakan kebun sawit sama sekali tidak dapat menggantikan peran hutan alam. Hal itu disebabkan struktur vegetasi hutan tropis jauh lebih kompleks, baik secara vertikal maupun horizontal.Baca juga: Kronologi Awal Penyekapan Seorang Pria di Duren Sawit Selama 3 Bulan"Hutan memiliki struktur tajuk yang beragam dan tutupan lantai hutan yang rapat dan beragam, sehingga secara keseluruhan menghasilkan kekasaran permukaan tanah yang tinggi," jelas Hatma.Sementara itu, kebun sawit selalu homogen, lantai kebun ditekan agar selalu bersih untuk memudahkan panen. Maka dari itu kapasitas kebun sawit yang mengendalikan hujan jauh lebih rendah daripada hutan."Keanekaragaman hayati sawit jelas lebih rendah daripada hutan yang lebih beragam jenis dan menciptakan habitat ideal bagi flora dan faunanya," tambah Hatma.Baca juga: Bagaimana Awal Mula Sumatera Jadi Pusat Produksi Sawit Dunia?Unsplash/Waren Brasse ilustrasi hutan.Hatma menjelaskan perbedaan mendasar antara hutan alam dan kebun sawit ada pada kemampuan masing-masing ekosistem dalam mengendalikan daur air melalui proses hidrologi.Pada hutan alam, hujan yang jatuh umumnya tertahan dulu oleh tajuk pohon berlapis serta serasah tebal di lantai hutan.


(prf/ega)