JAKARTA, - Ratusan penerima bantuan sosial atau bansos mengenakan toga sebagai tanda kelulusan mereka sebagai masyarakat penerima bantuan pemerintah.Mereka hadir memenuhi ruangan dalam rangka graduasi, untuk kemudian berdaya sebagai masyarakat yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah.Sebanyak 133 dari 332 KPM PKH yang menggunakan toga menunggu dipanggil ke atas panggung untuk diwisuda langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin).Kemudian, satu per satu secara bergantian mengikuti proses seremonial pemindahan kuncir pada topi toga dari sisi kiri ke sisi kanan.Baca juga: 332 Penerima PKH Lepas dari Bansos, Siap Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah Tahun DepanSetelah para lulusan KPM PKH menyalami Gus Ipul dan Cak Imin, mereka dinyatakan lulus sebagai penerima bansos dan dipastikan tidak menerima bansos lagi tahun depan.Mereka yang lulus mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta untuk memulai atau mengembangkan usaha.Pemerintah juga berjanji akan mendampingi para lulusan penerima bansos ini hingga mereka benar-benar mampu berdiri di atas kaki mereka sendiri.Usai dinyatakan lulus, beberapa peserta wisuda menyambut gembira dan mantap untuk hidup mandiri, dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah.Mereka berikhtiar agar usaha yang dijalani saat ini, dengan bantuan modal dari Kemensos, bisa berjalan dengan lancar.Lia Rosita, warga Cengkareng, Jakarta Barat yang ikut diwisuda, mengaku telah menerima berbagai bentuk bantuan sejak 2017, mulai dari PKH hingga BPNT.Namun, usaha kecil yang ia jalankan selama sembilan tahun, menjual es campur, jus, gorengan, hingga kopi, kini membuatnya ditunjuk sebagai salah satu penerima yang siap graduasi.Baca juga: Cerita Mantan Penerima Bansos yang Siap Tak Lagi Terima Bantuan Tahun DepanDua bulan lalu, Lia mendapat pemberitahuan dari pendamping bahwa ia akan dijadikan percontohan penerima yang mandiri.Ia menerima bantuan perlengkapan usaha senilai Rp 5 juta.Uang tersebut rencananya akan dibelanjakan untuk membeli kebutuhan usahanya, seperti freezer yang dibutuhkan untuk produksi es.“Alhamdulillah, menunjang sekali. Jadi usaha itu makin kebantu,” ujar dia.Tahun depan, ia resmi keluar dari daftar penerima bansos.Lia juga menyatakan kesiapannya untuk tak lagi menerima bansos.“Ya siap lah. Dari awal juga sudah diberi tahu,” kata dia.Ada juga Hasan, warga Menteng, yang telah menerima bansos sejak 2021.Ia menjual nasi ulam di kawasan tempat tinggalnya.Dua minggu sebelum acara graduasi ini, Hasan diberitahu bahwa dirinya akan masuk daftar KPM PKH yang lulus program bansos.Ia juga menerima modal Rp 5 juta yang langsung digunakan untuk membeli perlengkapan dagang.Hasan mengatakan, usahanya per hari mampu mendulang pendapatan kotor Rp 800.000.Ia pun dinyatakan bisa keluar dari penerima bansos alias graduasi.Hasan memastikan, dirinya siap tak lagi menerima bansos.“Uangnya nanti akan saya belikan barang-barang untuk usaha, seperti kulkas dan penanak nasi. Keluar dari penerima bansos, tidak apa-apa. Yang penting usaha lancar,” ujar dia.
(prf/ega)
Ketika Toga Beralih Fungsi, Jadi Pakaian Seremonial Wisuda Kelulusan KPM PKH
2026-01-12 17:36:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:29
| 2026-01-12 17:15
| 2026-01-12 16:32
| 2026-01-12 16:26










































