Pria di Tasik Dirampok-Diborgol Geng Motor Modus Kopdar dengan Cewek

2026-02-04 04:39:56
Pria di Tasik Dirampok-Diborgol Geng Motor Modus Kopdar dengan Cewek
Pria berinisial RR (24) dirampok dan diborgol oleh geng motor di Tasikmalaya, Jawa Barat. Korban sebelumnya dijebak menggunakan akun Facebook palsu atas nama seorang wanita.Ketiga pelaku, yakni Emin (25) dan Arpan, yang merupakan warga Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, dan satu pelaku lainnya, berinisial IW (23), masih dalam pengejaran polisi (DPO).Pelaku berhasil memperdaya RR hingga mau diajak bertemu pada Minggu . Di momen itulah RR disergap dan dirampok.Begitu korban tiba, para pelaku langsung menyergapnya tanpa banyak bicara. Emin memiting RR dari belakang sambil mengambil ponsel korban dari saku celananya.Arpan kemudian memukul perut korban dan memborgol tangannya, sementara IW menggeledah tubuh korban serta membuka bagasi sepeda motornya.Beruntung, RR berhasil melarikan diri. Motor dan ponsel korban raib dibawa pelaku.Dalam konferensi pers, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moch Faruk Rozi membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap dua dari tiga pelaku."Korbannya disekap, diborgol, kemudian diambil ponsel dan sepeda motor," kata Faruk."Salah seorang tersangka diamankan di daerah Tangerang. Ada dua yang berhasil kami tangkap, yaitu inisial A dan E, sementara inisial IW masih DPO," ujarnya.Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa para pelaku merupakan anggota geng motor.Baca selengkapnya di sini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-04 03:00