Bantuan UKT GratisPol Cair, 32.853 Mahasiswa di Kaltim Dapat Beasiswa

2026-01-12 06:56:54
Bantuan UKT GratisPol Cair, 32.853 Mahasiswa di Kaltim Dapat Beasiswa
SAMARINDA, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi menyalurkan bantuan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 32.853 mahasiswa melalui program Pendidikan GratisPol Generasi Emas Kaltim.Penyerahan simbolis digelar di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Samarinda, Senin .Acara dibuka Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Kabag Kesra Dasmiah, serta sejumlah pimpinan OPD. Ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) turut hadir.Baca juga: Program Gratispol Pendidikan Kaltim Dipastikan Lanjut Meski Tak Masuk Perda, Ini Alasan HukumnyaGubernur Rudy menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis memperluas akses pendidikan tinggi di seluruh wilayah Kaltim.Total dana yang dicairkan mencapai Rp 44,153 miliar dan disalurkan ke tujuh perguruan tinggi negeri, yaitu:Baca juga: Kaltim Cairkan Rp 22,45 M untuk GratisPol Unmul, 636 Mahasiswa Tak Lolos VerifikasiRudy memastikan dana telah masuk ke rekening perguruan tinggi.“Jangan menunggu, jangan ditunda. Pastikan uang UKT mahasiswa bisa langsung dimanfaatkan,” tegasnya.Meski pencairan sempat tertunda karena APBD Perubahan baru disahkan awal November, Rudy memastikan penyaluran berikutnya tidak akan terkendala.Ia kembali menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.“Ini uang rakyat. Amanah rakyat. Harus dikelola akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada penyimpangan,” ujarnya.Baca juga: Program Gratispol Tanda Tangan Kerja Sama dengan 15 Perguruan Tinggi, Gratiskan Biaya Kuliah MahasiswaProgram ini ditujukan membantu mahasiswa yang membutuhkan agar dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa beban biaya UKT. Penyaluran untuk PTS masih dalam proses verifikasi administrasi.“Setelah lengkap, Pemprov siap menyalurkan dana,” tambahnya.Terkait pengembalian UKT bagi mahasiswa yang sudah terlanjur membayar, Rudy menegaskan mekanisme diserahkan kepada masing-masing kampus.Bagi mahasiswa yang belum masuk daftar penerima meski telah diusulkan, mereka diminta berkoordinasi dengan Satgas Verifikasi kampus.Rudy juga mengapresiasi dukungan seluruh pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika. Ia berharap program ini menjadi pondasi kuat pembangunan SDM Kaltim menuju Generasi Emas Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-12 05:53