Eks Dirut KAI Ignasius Jonan Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Polemik Kereta Cepat Whoosh?

2026-01-11 22:47:22
Eks Dirut KAI Ignasius Jonan Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Polemik Kereta Cepat Whoosh?
JAKARTA, - Direktur Utama (Dirut) KAI 2009-2014, Ignasius Jonan, dipanggil ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin .Pantauan Kompas.com di lokasi, Jonan terlihat memakai jas lengkap sembari memegang tas jinjing.Saat ditanya maksud kedatangannya, ia mengaku tidak mengetahui apa yang akan dibahas dengan Prabowo.Jonan hanya memenuhi undangan yang disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya."Enggak tahu saya (dipanggil untuk apa). Enggak tahu. Diundang Pak Seskab itu," kata Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: KPK Minta Pihak yang Dipanggil Terkait Kasus Whoosh Kooperatif Jonan mengungkapkan, undangannya hanya untuk mengobrol saja.Ia pun enggan menyampaikan fokus obrolan, mengingat tidak ada materi yang disiapkan.Tak cuma itu, Jonan tidak ingin dimintai keterangan mengenai Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh."Wih saya enggak komentari itu. Mungkin (bahas kereta cepat), saya sudah pensiun jadi nggak ngikutin. Saya nggak tahu," katanya sembari berlalu.Namun, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya hadir lebih dulu menyampaikan, kedatangannya akan membahas sejumlah isu.Salah satu yang dibahas adalah polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh yang kini dilanda utang.Baca juga: AHY Temui Prabowo di Istana, Mau Lapor soal WhooshPembahasan akan berkaitan dengan restrukturisasi utang."Mau melaporkan tentunya sekaligus meminta arahan-arahan dari beliau, dari Bapak Presiden tentang banyak. Termasuk kereta cepat," kata AHY di Istana, Senin.Sebagai informasi, KCJB alias Whoosh kini menghadapi beban utang yang cukup berat.KAI selaku induk usaha dan salah satu pemegang saham terbesar, bersama dengan tiga BUMN lainnya, harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI).


(prf/ega)