Mulai Dibangun 2026, Inilah Profil Calon Tol Terpanjang di Indonesia

2026-01-16 10:25:57
Mulai Dibangun 2026, Inilah Profil Calon Tol Terpanjang di Indonesia
JAKARTA, - Peta jaringan jalan tol di Indonesia akan segera diguncang oleh kehadiran mega proyek yang digadang-gadang menjadi pemegang rekor baru terpanjang di Indonesia, Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci).Setelah melalui proses lelang yang berulang dan evaluasi mendalam, proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025."Targetnya sih kalau bisa 2026 ya 2026," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat, Rabu .Baca juga: Bandung Bakal Punya Tol Dalam Kota, Begini RencananyaMeskipun konstruksi direncanakan baru dimulai pada tahun 2026, Tol Getaci telah menarik perhatian investor dan publik karena ambisinya yang monumental dan kompleksitas teknisnya.Tol Getaci membentang dari Bandung, Jawa Barat, hingga Cilacap, Jawa Tengah. Dengan panjang total 206,65 kilometer, Getaci akan menggeser posisi Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) yang saat ini memegang rekor sebagai tol terpanjang di Indonesia (189 km).Tol Getaci dirancang untuk menghubungkan dua provinsi vital:Baca juga: Menteri PU Pastikan Diskon Tarif Tol Berlaku Saat Libur NataruProyek ini sangat vital karena akan mempersingkat waktu tempuh yang ekstrem dari Jakarta/Bandung menuju kawasan Priangan Timur (Garut, Tasikmalaya, Ciamis) dan Jawa Tengah bagian selatan, membuka simpul ekonomi dan pariwisata yang selama ini terisolasi.Keunikan dan kompleksitas Tol Getaci terletak pada rutenya yang dijuluki "paling ekstrem" di Nusantara.Ruas ini melintasi sebagian besar wilayah Priangan Timur yang memiliki topografi yang sangat menantang: pegunungan, lembah yang dalam, dan zona rawan pergerakan tanah yang kompleks.Untuk menaklukkan kontur wilayah yang ekstrem tersebut, perencana Tol Getaci dipaksa menggunakan desain konstruksi hybrid yang kompleks dan mahal, melibatkan tiga struktur utama.Baca juga: Pemerintah Targetkan Proyek Tol Terpanjang Indonesia Dimulai 2026Berikut rinciannya:1. Struktur Desain At Grade 2. Elevated (Tol Layang)3. Tunnel (Terowongan) Diperkirakan akan menggunakan terowongan kembar, serupa dengan yang digunakan di Tol Cisumdawu, untuk menembus bukit/pegunungan yang sulit.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 08:46