137 Ruas Jalan di Ponorogo Terancam Gagal Diperbaiki, Pinjaman Rp 100 Miliar Belum Bisa Digunakan

2026-02-03 23:48:57
137 Ruas Jalan di Ponorogo Terancam Gagal Diperbaiki, Pinjaman Rp 100 Miliar Belum Bisa Digunakan
PONOROGO, – Rencana Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memuluskan 137 ruas jalan sepanjang tahun 2025 hampir dipastikan gagal terlaksana pada tahun ini.Pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari Bank Jatim yang disiapkan untuk membiayai proyek tersebut belum dapat digunakan, karena perjanjian akad kredit tak kunjung ditandatangani hingga pekan kedua November.“Semua sudah berjalan, tetapi harus ada kepastian dan ketersediaan anggaran dulu. Ini kan belum ada," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis .Baca juga: Ratusan Warga Ponorogo Bawa Spanduk, Berikan Dukungan Moril kepada Sugiri Sancoko yang Terkena OTT KPKJamus menambahkan, pihaknya telah memproses seluruh tahapan, termasuk memilah paket pekerjaan yang menggunakan e-katalog maupun lelang terbuka.Ia mengungkapkan bahwa pemenang lelang telah diumumkan pada akhir Oktober.Namun, DPUPKP tidak dapat menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) maupun menandatangani kontrak sebelum anggaran dipastikan tersedia.“Untuk lelang itu pemenangnya sudah ada. Tapi untuk SPPBJ dan penandatanganan kontrak, harus ada kepastian anggaran dulu,” imbuhnya.Menurut Jamus, DPUPKP sudah berkoordinasi dengan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), baik secara lisan maupun tertulis, untuk memastikan kesiapan pembiayaan.Baca juga: Hargai Sugiri Sancoko, Plt Bupati Ponorogo Pilih Tetap Tinggal di Rumah Dinas WabupNamun, BPPKAD menyampaikan bahwa anggaran belum dapat dicairkan karena perjanjian kredit dengan Bank Jatim belum ditandatangani hingga pertengahan November.“Anggaran belum masuk karena perjanjiannya belum diteken. Itu yang jadi kendala,” ujarnya.Jamus menilai bahwa waktu yang tersisa pada tahun anggaran 2025 tidak memungkinkan untuk menyelesaikan proyek skala besar tersebut jika dipaksakan.Proses finalisasi kredit saja membutuhkan waktu yang cukup panjang, sedangkan sisa waktu hanya sekitar sebulan.Baca juga: Longsor di Pulung Ponorogo: Dua Rumah Tertimbun Tanah, Pelajar Jadi Korban“Secara teknis mustahil pekerjaan sebesar itu bisa rampung. Lebih baik dibatalkan,” kata Jamus.Ia menambahkan bahwa keputusan pembatalan sudah sesuai dengan klausul lelang yang mensyaratkan ketersediaan anggaran dalam APBD sebelum kontrak diteken.Karena pinjaman belum cair, kontrak otomatis tidak dapat dilanjutkan.“Di klausul lelang jelas, kontrak harus ada anggarannya. Karena belum ada, ya otomatis dibatalkan dan pemenang juga memahami karena proses administrasinya memang panjang,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-03 23:38