Cerita di Balik Bocah SD Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim Tiap Hari

2026-01-16 09:59:55
Cerita di Balik Bocah SD Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim Tiap Hari
Viral siswa SD naik KRL dari stasiun dekat rumahnya di Parung Jaya, Kota Tangerang, untuk berangkat sekolah sendirian menuju Klender, Jakarta Timur. Bocah SD itu disebut harus berangkat subuh-subuh setiap hari.Dirangkum detikcom, Selasa (25/11/2025), bocah SD itu bernama Hafitar. Dalam video yang beredar, Hafitar berseragam merah-putih menaiki KRL dari Tangerang menuju Stasiun Klender untuk berangkat sekolah.Gelagatnya tak tampak seperti anak kecil pada umumnya. Dia terlihat seperti pekerja dewasa yang biasa pulang-pergi menggunakan KRL.Seragam merah-putih yang dipakainya begitu mencolok di antara para calon penumpang yang sedang menunggu kereta di peron stasiun.Untuk mencapai sekolahnya di Jakarta Timur, Hafitar harus berangkat subuh-subuh seperti orang dewasa yang hendak bekerja. Dari stasiun dekat rumahnya, Hafitar harus transit di Stasiun Tanah Abang lalu pindah KRL ke arah Stasiun Klender.Jika ditotal, Hafitar harus menghabiskan waktu hampir 2 jam di perjalanan untuk menuju sekolahnya setiap pagi. Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, menjelaskan awal mula Hafitar harus menempuh perjalanan jauh untuk sekolah. Menurutnya, Hafitar sebelumnya tinggal bersama ibunya di Kampung Sumur, Klender, tak jauh dari sekolah.Namun, situasi berubah ketika ayahnya meninggal dunia dan ibunya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) di wilayah Tangerang."Ayahnya meninggal lima tahun lalu, jadi ibunya harus bekerja. Pekerjaan itu baru dapat September kemarin. Karena mereka ngontrak di Klender, mau tidak mau anak ini ikut ibunya tinggal di Tangerang," kata Farida saat dihubungi, Senin (24/11).Di awal kepindahan, sang ibu masih mengantar-jemput Hafitar naik KRL setiap hari. Kemudian, setelah merasa anaknya cukup mandiri dan rute perjalanan sudah dipahami, Hafitar mulai dilepas naik KRL sendiri.Hafitar pun dibekali kartu Commuter Line dan JakLingko, bahkan sang ibu sudah berkoordinasi dengan petugas Stasiun Parung Panjang, Tanah Abang, hingga Buaran.Namun perjalanan pulang-pergi sejauh itu membuat pihak sekolah khawatir. Farida mengungkap, jauh sebelum kisah ini viral, pihaknya sudah menyarankan perpindahan sekolah pada semester kedua. Tapi Hafitar menolak karena sudah merasa nyaman."Dia nggak mau pindah sekolah. Katanya gurunya baik-baik, teman-temannya juga. Ibunya juga nyaman dengan lingkungan orang tua murid di sini," ucapnya.Tak hanya itu, sejumlah guru dan orang tua murid bahkan menawarkan tempat tinggal sementara bagi Hafitar. Namun, tawaran itu selalu ditolak sang ibu."Setelah viral, kami ambil inisiatif merawat Hafitar bersama. Hari Minggu kemarin dia akhirnya bersedia tinggal di rumah salah satu teman sekolahnya," ungkap Farida.Pemindahan itu dilakukan setelah diskusi panjang dengan orang tua Hafitar dan keluarga yang menampung. Farida juga menjelaskan Hafitar kini setiap hari diantar-jemput keluarga temannya. Lebih lanjut, Farida mengungkap Hafitar baru sekitar seminggu berangkat sekolah sendirian naik KRL dari Tangerang ke Jaktim. Belakangan, aksi berani Hafitar itu viral di media sosial."Sejak pindah ke Tangerang bulan September, ibunya masih mengantar-jemput naik KRL. Dilepas benar-benar jalan sendiri itu baru satu minggu, lalu viral," kata Farida.Menurut Farida, ibunya Hafitar sudah menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan anaknya yang menggunakan KRL, mulai dari kartu Commuter Line, kartu JakLingko, hingga berkoordinasi dengan petugas stasiun."Ibunya sudah punya kontak petugas di Parung Panjang, Tanah Abang, sampai Buaran. Semua sudah disiapkan supaya aman," ucapnya.Farida mengatakan Hafitar akan pindah sekolah setelah pembagian rapor. Menurutnya, keputusan itu diambil usai pihak sekolah dan ibunda Hafitar berdiskusi.Menurut Farida, pihak sekolah tak tega dengan kondisi Hafitar yang harus menempuh perjalanan jauh untuk pergi dan pulang sekolah setiap hari."Karena Hafitar ini kelas 1 dan belum ada penilaian serta rapor, maka pemutasian akan dilakukan setelah pembagian rapor. Itu sekitar dua minggu lagi," kata Farida.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 14:45