Jepang Siapkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke AI dan Semikonduktor

2026-02-03 10:15:56
Jepang Siapkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke AI dan Semikonduktor
-Pemerintah Jepang menyiapkan paket stimulus ekonomi baru. Isinya mencakup pemotongan pajak dan dukungan investasi untuk 17 sektor strategis, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Tujuannya memperkuat industri domestik dan menjaga daya saing di tengah tekanan global.Surat kabar Nikkei melaporkan, Perdana Menteri Sanae Takaichi dijadwalkan memaparkan kerangka besar paket tersebut pada Senin .Pemaparan dilakukan saat panel di bawah Kantor Strategi Ekonomi Baru menggelar rapat. Lembaga itu berfungsi sebagai pusat koordinasi kebijakan untuk memperkuat basis industri nasional.Baca juga: Jepang Disebut Tertarik Tanam Modal di IKN, Fokus ke Industri Bersih dan BerkelanjutanLangkah ini akan menjadi kebijakan ekonomi besar pertama Takaichi sejak menjabat bulan lalu.Politikus Partai Demokrat Liberal itu dikenal mendukung pendekatan fiskal ekspansif untuk menggerakkan ekonomi.Sumber Reuters pada Oktober lalu memperkirakan nilai paket tersebut akan melampaui stimulus sebelumnya yang mencapai 92 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.536 triliun, dengan kurs 1 dolar AS setara Rp16.685.Stimulus baru akan menarget tiga fokus utama, yakni menekan dampak inflasi, mempercepat investasi di sektor-sektor baru, dan memperkuat keamanan nasional.Baca juga: Sanae Takaichi Jadi PM Wanita Pertama Jepang, Nikkei 225 Sempat Sentuh RekorPemerintah menetapkan 17 sektor sebagai prioritas investasi. Daftarnya meliputi semikonduktor, pembuatan kapal, kedirgantaraan, dan industri pertahanan.Pemerintah juga berencana menyediakan alokasi anggaran jangka panjang agar kebijakan ekonomi lebih terprediksi dan memberi kepastian bagi investor.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 10:20