Program Mekaar PNM Dukung Ibu Prasejahtera Lewat Pendampingan Usaha

2026-02-04 05:37:50
Program Mekaar PNM Dukung Ibu Prasejahtera Lewat Pendampingan Usaha
Momentum Hari Ibu menjadi pengingat akan peran besar ibu dalam menjaga keberlangsungan keluarga, termasuk melalui usaha-usaha sederhana yang dijalani di tengah berbagai keterbatasan. Di balik aktivitas ekonomi skala kecil, banyak ibu prasejahtera memikul tanggung jawab ganda sebagai penggerak usaha sekaligus penopang kebutuhan keluarga.Keterbatasan modal, rendahnya literasi keuangan, hingga akses pasar yang sempit masih menjadi tantangan yang dihadapi secara bersamaan. Meski demikian, tidak sedikit ibu yang memilih bertahan dan terus belajar agar usaha yang dirintis tetap berjalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.Kelompok inilah yang selama ini menjadi bagian dari program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini menyasar pengusaha ultra mikro yang mayoritas perempuan melalui pembiayaan tanpa agunan yang disertai pendampingan usaha secara rutin.Pendekatan Mekaar tidak berhenti pada pemberian modal. Dalam praktiknya, para ibu nasabah didampingi untuk memahami pengelolaan keuangan sederhana, mengenali perubahan kebutuhan pasar, serta membangun kepercayaan diri dalam mengelola usaha yang dijalankan sehari-hari.Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendampingan menjadi fondasi utama agar para ibu tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan usaha."Kami hadir untuk melayani dan mendampingi ibu-ibu dalam menjalani usahanya. Pendampingan ini kami bangun agar para ibu tidak berjalan sendiri, punya ruang untuk belajar, dan percaya diri dalam mengambil keputusan usaha," ujar Dodot dalam keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).Pendampingan yang dilakukan secara konsisten tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan riset dampak pemberdayaan holding ultra mikro terhadap literasi keuangan yang dilakukan oleh BRI Research Institute pada 2023, mayoritas nasabah Mekaar mengalami peningkatan ketahanan keuangan.Jika sebelumnya daya tahan finansial hanya berkisar satu hingga dua minggu, kini banyak di antara mereka yang mampu bertahan hingga satu sampai dua bulan. Perubahan ini lahir dari kebiasaan baru dalam mengatur pendapatan, memprioritaskan kebutuhan, serta menyisihkan dana secara lebih terencana.Upaya penguatan juga dilakukan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Melalui pelatihan literasi keuangan, literasi usaha, dan literasi digital, para ibu diperkenalkan pada pencatatan usaha sederhana, penyesuaian produk dengan tren pasar, hingga pemanfaatan kanal digital sebagai sarana pemasaran.Bagi sebagian peserta, proses tersebut menjadi pengalaman pertama dalam memahami usaha secara lebih terstruktur, sekaligus membuka perspektif baru dalam mengembangkan usaha secara bertahap.Dalam semangat Hari Ibu, pendekatan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para ibu prasejahtera yang kerap luput dari sorotan. Mereka tidak hanya mengelola usaha, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan.Melalui pendampingan yang berkelanjutan, para ibu diberi ruang untuk tumbuh, percaya diri, dan melangkah lebih kuat dalam peran yang mereka jalani setiap hari-baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai penopang utama ketahanan keluarga.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 05:48