Turki Tuan Rumah COP31, Australia Pimpin Negosiasi Iklim

2026-02-04 04:29:06
Turki Tuan Rumah COP31, Australia Pimpin Negosiasi Iklim
Turki mendapatkan hak menjadi tuan rumah COP31, sementara Australia setuju memimpin jalannya perundingan konferensi, mengakhiri kebuntuan diplomatik antara dua negara terkait siapa yang akan memegang presidensi konferensi iklim PBB tahun 2026.Awalnya, kedua negara bersaing untuk menjadi tuan rumah COP tahun depan, tetapi Turki mendapat dukungan lebih besar.Australia mengatakan telah mengeluarkan 7 juta dolar Australia (Rp76,4 miliar) untuk mempersiapkan pencalonannya, mencerminkan keyakinan bahwa dukungan luas negara lain akan menguatkan posisinya.Australia akhirnya mengambil jalan tengah dan setuju menerima penyelenggaraan acara pra-COP di kawasan Pasifik serta memimpin negosiasi selama COP31.Konferensi ini biasanya menarik puluhan ribu peserta dan membutuhkan kerja diplomasi panjang sebelum berlangsung."Tentu akan menyenangkan kalau Australia bisa mendapatkan semuanya. Namun, kami tidak bisa mendapatkan semuanya," ujar Chris Bowen, Menteri Iklim Australia, pada Rabu (19/11) di COP30 Brasil."Apa yang kami capai ini adalah keuntungan besar bagi Australia dan Turki," kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).Ia juga mengatakan masih ada beberapa hal teknis yang perlu dirampungkan.Pemerintah Turki belum memberikan komentar mengenai kesepakatan ini.Turki dan Australia sama-sama tidak mau mundur sehingga terjadi perebutan posisi di Belem. Jika tidak ada yang mengalah, COP31 otomatis jatuh ke Jerman karena kantor badan iklim PBB berada di negara tersebut.Australia menawarkan penawaran sebagai COP Pasifik, bermitra dengan negara-negara kepulauan yang rentan iklim dan menyoroti ancaman kenaikan permukaan laut.Pertemuan untuk memutuskan jalan keluar dipimpin oleh Sekretaris Negara untuk Lingkungan Jerman, Jochen Flasbarth. Ia mengatakan kepada AFP bahwa usulan tuan rumah bersama ini bersifat inovatif dan sejauh itu belum ada penolakan.Sementara itu, Turki mengajukan pendekatan sebagai negara ekonomi berkembang yang ingin mendorong solidaritas antara negara kaya dan negara miskin, dengan fokus yang lebih global. KTT tersebut akan digelar di kota resor Antalya di kawasan Mediterania.Walaupun Australia mendapat dukungan sangat besar dari banyak negara, aturan COP PBB mensyaratkan keputusan berdasarkan konsensus.Pada akhirnya, solusi yang jarang terjadi pun dicapai. Turki menjadi tuan rumah konferensi yang melibatkan sekitar 200 negara, sedangkan Australia memimpin jalannya negosiasi.Bowen mengatakan ia akan memiliki seluruh kewenangan presiden COP dalam menangani proses negosiasi, termasuk menunjuk fasilitator pendamping, menyiapkan rancangan teks, dan mengeluarkan keputusan penutup.Seorang sumber yang mengikuti pembahasan mengatakan kepada Reuters, ada kebingungan mengenai aturan PBB karena biasanya hanya satu negara yang memimpin penuh. Namun, negara-negara peserta akhirnya menerima pembagian peran tersebut.Seorang peneliti dari Lowy Institute, David Dutton, menilai kesepakatan ini meringankan beban penyelenggaraan bagi Australia sekaligus membuka peluang bagi Australia dan negara negara Pasifik untuk memanfaatkannya.Laporan tambahan oleh Giulia SaudelliArtikel ini pertama kali terbit dalam bahasa InggrisDiadaptasi oleh Rivi SatrianegaraEditor: Hani AnggrainiLihat juga Video: Indonesia akan Jalin Kerja Sama Perdagangan Karbon dengan Austria[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-02-04 03:30