TAKENGON, - Warga mendatangi Kantor Bupati Aceh Tengah guna menuntut penjualan BBM oleh salah satu SPBU di Aceh Tengah tak lagi dibatasi, Selasa .Massa yang awalnya mengantre BBM di SPBU tersebut sejak pagi, bergerak menuju Jalan Lebe Kader, depan Polres Aceh Tengah dan berakhir di depan gerbang masuk kantor bupati setempat.Massa menuntut Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga tidak lagi membatasi penjualan BBM di SPBU Simpang Lemah kepada warga sekitar."Kami dari Kecamatan Jagong, ada juga kawan kami dari Kecamatan Rusip, mau pulang tidak bisa karena enggak ada BBM, jadi mohon diperbolehkan," kata Andre, salah seorang warga yang ikut rombongan warga tersebut.Baca juga: Mobil Pengangkut BBM Tertahan di Banjir Aceh TamiangMenurut warga, penjualan BBM di sejumlah SPBU di Aceh Tengah dibatasi oleh Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) karena akan dipergunakan untuk kepentingan penanganan bencana, seperti penyaluran bantuan, genset, dan posko. Namun, warga yang bepergian juga mengalami sejumlah kendala akibat sedikit pasokan BBM. "Kami mau bupati datang langsung. Tidak diwakili, biar ada solusi," ujar warga lainnya.Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga akhirnya datang menemui warga. "Kami paham kebutuhan warga, namun tolong dimengerti, situasi saudara-saudara kita yang belum tersentuh bantuan, kendaraan yang mengantarnya membutuhkan BBM," ucap Haili Yoga."Kita suarakan, bahwa kondisi lapangan di Aceh Tengah berbeda saudara-saudaraku, Aceh Tengah beda," ucap Haili Yoga.Menurutnya, minimnya stok BBM, aliran listrik dan jaringan internet, membuat situasi kita memprihatinkan. "Tetapi suara ini sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat," kata Haili Yoga.Baca juga: Cerita Marissa Antre BBM dari Pagi sampai Sore, Hampir Pingsan Dorong Motor yang Mogok di AcehIa memberikan gambaran kebutuhan stok BBM antara warga dan tim kebencanaan di daerah.Setelah mediasi warga dan bupati, SPBU Simpang Lemah akhirnya diperbolehkan membagi stok minyak bagi warga dan tim kebencanaan."Kalau kita sepakat, tim kebencanaan setengah, warga setengah dari stok yang ada," kata dia.Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, korban meninggal dunia per 1 Desember 2025 mecapai 22 orang, sedangkan 23 orang dinyatakan hilang.
(prf/ega)
Warga Aceh Tengah Kesulitan BBM, Datangi Kantor Bupati untuk Minta Solusi
2026-01-12 07:00:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:06
| 2026-01-12 05:43
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:51










































