JAKARTA, - Empat penerbang tempur TNI Angkatan Udara (AU) yang tergabung dalam Tim Pilot Rafale Batch-A menuntaskan pelatihan pengoperasian pesawat tempur Rafale di Skadron Transformasi Rafale, Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier, Perancis.Pelatihan tersebut berlangsung selama empat bulan sejak Agustus 2025 dan berakhir pada Senin ."Selama pelatihan di Saint-Dizier, para penerbang menjalani bina terbang dan simulator dengan materi air to air siang dan malam, air to ground, low level navigation, serta konversi backseater sebagai instruktur," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) TNI, I Nyoman Suadnyana dalam keterangannya, Rabu .Baca juga: Kloter Pertama Rafale Tiba pada Januari 2026, TNI AU Bahas Persiapannya dengan PerancisSetiap penerbang juga telah melaksanakan dua kali penerbangan solo, masing-masing satu kali penerbangan siang dan satu kali penerbangan malam, sebagai bagian dari standar kelulusan pelatihan pesawat tempur Rafale.Usai menyelesaikan pelatihan di Saint-Dizier, para pilot Rafale TNI AU akan melanjutkan pendidikan ke Paris untuk mengikuti kursus persenjataan AASM Hammer yang diselenggarakan oleh Safran."Pendidikan selanjutnya dilanjutkan di Bordeaux melalui kelas teori sistem pesawat Rafale yang diselenggarakan oleh Dassault Aviation, sebelum memasuki tahap persiapan ferry flight," ujar Nyoman.Baca juga: Calon Alutsista Baru TNI AU, dari Rafale, J-10C hingga Airbus A400MTahapan pendidikan tersebut akan dilanjutkan dengan persiapan ferry flight sebelum para penerbang kembali ke Tanah Air.Nyoman mengatakan, Februari 2026 mendatang, para pilot Rafale TNI AU direncanakan kembali melaksanakan aktivitas penerbangan di Indonesia."Para penerbang tersebut akan berperan sebagai instruktur dalam menyiapkan generasi penerbang Rafale berikutnya serta mendukung pengoperasian pesawat Rafale secara optimal, baik dalam aspek penerbangan maupun organisasi satuan," ungkap dia.Baca juga: Calon Alutsista Baru TNI AU, dari Rafale, J-10C hingga Airbus A400MDiberitakan sebelumnya, Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi membahas rencana kedatangan pesawat tempur baru milik AU yakni Rafale dengan National Armament Director, Direction Générale de l'Armement (DGA) Perancis, Lieutenant General (Eng) Gael Diaz De Tuesta.Pembahasan itu terjadi kala Tedi menyambut kunjungan kenegaraan De Tuesta di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa ."Dibahas mengenai kesiapan menjelang kedatangan pesawat tempur Rafale ke Indonesia pada akhir Januari 2026, program pelatihan, dan pembangunan infrastruktur di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Muda I Nyoman Suadnyana, Kamis , dikutip dari Antara.Pembahasan itu dilakukan lantaran TNI AU akan menerima tiga pesawat buatan Prancis itu pada gilir/batch pertama di awal 2026.
(prf/ega)
Empat Pilot TNI AU Rampungkan Pelatihan Terbangkan Pesawat Rafale di Perancis
2026-01-12 09:01:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:23
| 2026-01-12 08:23
| 2026-01-12 07:57
| 2026-01-12 07:35










































