TNI Patroli Malam ke Zona Bahaya Erupsi Semeru, Temukan Masih Ada Warga

2026-01-12 04:14:15
TNI Patroli Malam ke Zona Bahaya Erupsi Semeru, Temukan Masih Ada Warga
LUMAJANG, - Petugas dari Koramil Pronojiwo melakukan patroli ke zona bahaya erupsi Semeru, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat .Hasilnya, petugas masih menemukan beberapa warga berada di lokasi yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III.Pantauan Kompas.com, warga yang berada di zona merah itu berkumpul di satu titik sambil menyalakan api unggun.Kepada para petugas, beberapa warga ini mengaku sedang menjaga rumahnya karena khawatir ada orang tidak bertanggung jawab yang mengambil barang.Baca juga: Saat Warga Pronojiwo Kebingungan Harus Tinggal di Mana Usai Rumahnya Disapu Banjir Lahar Semeru...Ada juga warga yang datang dari pengungsian dengan mengendarai sepeda motor.Mereka mengaku hendak mengambil barang karena mendapat kabar ada guguran lava pijar."Mau ambil barang, Pak, di rumah, katanya ada lava, takut tidak bisa diambil lagi nanti," kata warga kepada petugas TNI, Jumat .Petugas pun langsung menghalau warga yang nekat memasuki zona merah tersebut dan menyarankan agar kembali pagi hari.Warga yang masih berada di zona merah juga diminta untuk turun dan mempercayakan pengawasan rumahnya kepada petugas.Danramil Pronojiwo Letda Arh Sugiono mengatakan, tujuan penyisiran rumah warga di zona merah adalah untuk memastikan tidak ada lagi yang nekat tinggal.Baca juga: Banjir Lahar Gunung Semeru Kembali Terjang PermukimanMengingat, risiko terjadinya guguran lava, awan panas, dan banjir lahar hujan Gunung Semeru bisa terjadi sewaktu-waktu."Untuk kegiatan patroli malam hari ini, dari Koramil 14 Pronojiwo melaksanakan penyisiran di rumah-rumah penduduk dengan tujuan supaya penduduk yang masih pulang ke rumah supaya kembali ke tempat pengungsian," kata Sugiono.Selain itu, TNI memastikan tidak ada orang yang memanfaatkan situasi rumah kosong karena ditinggal warga ke pengungsian."Menyisir agar tidak ada oknum-oknum yang menggunakan kesempatan mengambil barang-barang yang bukan haknya di rumah-rumah penduduk yang tidak ada orangnya," kata dia. 


(prf/ega)