Prabowo Ingin Kereta Cepat Sampai Banyuwangi, KCIC Siap Dukung Penuh

2026-01-17 03:45:53
Prabowo Ingin Kereta Cepat Sampai Banyuwangi, KCIC Siap Dukung Penuh
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar kereta cepat Whoosh bisa menyambung sampai Banyuwangi. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) siap mendukung keinginan Prabowo tersebut."Apabila mendapatkan penugasan, KCIC siap mendukung sepenuhnya seluruh program pemerintah untuk pengembangan transportasi di Indonesia," ujar General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunnisa kepada wartawan, Rabu .Eva memuji program-program pemerintah terkait pengembangan transportasi berbasis rel. Menurutnya, hal tersebut patut diapresiasi."Tentunya program pemerintah untuk terus mengembangkan transportasi berbasis rel dengan prinsip efisiensi waktu sangat baik dan patut diapresiasi," kata Eva.Ketika ditanya apa saja hal-hal yang harus diperhatikan jika proyek kereta cepat disambung sampai Banyuwangi, Eva menurutkan perlu adanya uji kelayakan."Ini nanti pasti akan ada FS (feasibility study) dulu ya," tuturnya. Sebelumnya diberitakan, Prabowo ingin Whoosh tak sekedar sampai Surabaya. Tapi juga tersambung sampai Banyuwangi."Insyaallah, saya minta tak hanya Surabaya, Banyuwangi. Surabaya itu zaman dulu, sekarang Banyuwangi," ujar Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa . Prabowo menjawab pertanyaan wartawan soal proyek Whoosh sampai Surabaya.Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan masalah utang kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh adalah tanggung jawab pemerintah "Teknologi, semua sarana itu tanggung jawab bersama dan itu di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia, jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh," kata Prabowo."Kemudian tak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya," ujar Prabowo.Lihat juga Video: Prabowo Perintahkan Tambah Rangkaian KRL, Setujui Anggaran Rp 5 T[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-17 02:18