BAGHDAD, – Sungai Tigris di Irak menghadapi ancaman serius akibat pencemaran berat, penyusutan debit air, dan dampak krisis iklim.Sungai yang menjadi tumpuan kehidupan jutaan warga Irak itu dilaporkan berada di ambang kehilangan fungsi ekologisnya.Kondisi tersebut mengancam ketahanan pangan, kesehatan publik, serta keberlangsungan komunitas kuno yang bergantung langsung pada air sungai.Baca juga: Penampakan Kota Berusia 3.400 Tahun yang Muncul dari Dasar Sungai Tigris Setelah KekeringanPara ahli memperingatkan, sebagaimana dilansir The Guardian, Selasa , tanpa tindakan segera, krisis ini akan berdampak jangka panjang bagi Irak dan kawasan Timur Tengah.UNIVERSITAT TUBINGEN Sebuah kota era Kekaisaran Mittani berusia 3.400 tahun yang pernah terletak di Sungai Tigris muncul dari perairan waduk Mosul di Irak saat permukaan air turun dengan cepat karena kekeringan ekstrem. Sungai Tigris merupakan salah satu dari dua sungai utama yang membentuk Mesopotamia, wilayah yang dikenal sebagai tempat lahir peradaban dunia.Sungai ini mengalir dari Turkiye tenggara, melintasi kota-kota besar Irak seperti Mosul dan Baghdad, sebelum bergabung dengan Sungai Eufrat dan bermuara ke Teluk.Airnya digunakan untuk irigasi, transportasi, industri, pembangkit listrik, serta kebutuhan minum bagi sekitar 18 juta penduduk di wilayah alirannya.“Seluruh kehidupan orang Irak bergantung pada air. Semua peradaban dan semua cerita yang Anda dengar bergantung pada dua sungai itu. Ini lebih dari sekadar air untuk diminum, mengairi, atau mencuci, bahkan lebih dari sekadar spiritualitas,” kata Salman Khairalla, pendiri organisasi lingkungan Humat Dijlah.Kondisi Sungai Tigris terus memburuk sejak infrastruktur air Irak rusak parah akibat konflik, termasuk serangan dalam Operasi Desert Storm pada 1991.Hancurnya fasilitas pengolahan limbah membuat air buangan rumah tangga mengalir langsung ke sungai.Hingga kini, hanya sekitar 30 persen rumah tangga perkotaan Irak yang terhubung dengan sistem pengolahan limbah, sementara di pedesaan angkanya hanya 1,7 persen.Selain limbah domestik, sungai juga tercemar oleh pupuk dan pestisida pertanian, limbah industri termasuk sektor minyak, serta limbah medis.Studi pada 2022 menunjukkan kualitas air di sejumlah titik di Baghdad berada pada kategori “buruk” hingga “sangat buruk”.Baca juga: Sungai Eufrat Mengering, Warga Suriah Berbondong-bondong Temukan EmasPada 2018, sedikitnya 118.000 warga di Basra harus dirawat di rumah sakit akibat mengonsumsi air yang terkontaminasi.
(prf/ega)
Urat Nadi Timur Tengah Sekarat, Sungai Berusia Ribuan Tahun Mengering dan Terancam Punah
2026-01-12 04:45:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:05
| 2026-01-12 05:01
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 03:23
| 2026-01-12 03:21










































