ABK KM Permata Ditemukan Tewas di Kedalaman 3 Meter Dermaga Pelabuhan Benoa

2026-02-05 11:48:02
ABK KM Permata Ditemukan Tewas di Kedalaman 3 Meter Dermaga Pelabuhan Benoa
DENPASAR, - Anak Buah Kapal (ABK) KM Permata 168 asal Cianjur, Denis Muldini, ditemukan tewas di dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar.Denis diduga jatuh karena terpeleset pada Selasa dini hari."Waktu kejadian kurang lebih pukul 03.25 Wita dan infonya kami terima pukul 06.20 Wita dari Polsek KP3 Benoa," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.Pada kartu identitas tertulis bahwa korban berasal dari Desa Bojonglarang, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur.Petugas siaga Search and Rescue (SAR) sempat melakukan koordinasi dengan Polsek KP3 Benoa dan Polair Polda Bali.Baca juga: Pemancing di Kebumen Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Pogung, Diduga TerpelesetDalam upaya pencarian dan evakuasi diberangkatkan lima personel menuju Benoa.Pencarian dimulai pada pukul 07.50 Wita. Saat itu ada dua personel yang diturunkan untuk penyelaman."Pada pukul 08.10 Wita korban ditemukan di posisi kedalaman kurang lebih tiga meter," kata koordinator lapangan, Ari Yudanta.Korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Pada pukul 10.00 Wita korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah menggunakan ambulans Dinas Kesehatan Provinsi Bali.Sehari sebelumnya, pada Senin , Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar juga melakukan evakuasi terhadap lima orang yang terombang-ambing di tengah laut, Perairan Nusa Dua, Kabupaten Badung.Baca juga: Naik Gunung untuk Tugas Sekolah, Pelajar Kediri Terpeleset di Gunung KlotokJukung mereka terbalik karena dihantam ombak. Sidakarya menjelaskan, pihaknya menerima informasi atas peristiwa tersebut sekitar 30 menit setelah kejadian.Lima orang personel diberangkatkan menuju Pelabuhan Benoa untuk menggerakkan Rigid Inflatable Boat (RIB)."Proses evakuasi malam hari sangat berisiko. Hujan deras, angin kencang, dan kondisi gelombang laut tinggi," ungkap Sidakarya.Meski demikian, evakuasi malam hari di tengah lautan tetap dilakukan. Keputusan itu diambil dengan pertimbangkan masih ada peluang korban ditemukan dalam keadaan selamat."Adanya pergerakan tim SAR yang berisiko tinggi, tetap yang diutamakan adalah keselamatan personel. Maka tidak putus-putusnya selalu memantau pergerakan RIB," kata Sidakarya.Dua orang akhirnya berhasil ditolong oleh nelayan pada pukul 19.30 Wita. Jukung mereka sandar di Pantai Samuh, Nusa Dua dan semuanya dalam keadaan selamat.Baca juga: Diduga Terpeleset hingga Kejang, Pendaki Gunung Munara Rumpin Bogor Meninggal DuniaSementara tiga orang lainnya juga ditemukan selamat oleh tim SAR pada pukul 20.15 Wita. Mereka kemudian diantar ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa dan RIB kembali sandar pukul 21.15 Wita.Ada pun para korban yang selamat tersebut adalah I Wayan Rawan Atmaja (65), I Made Sudarna (43), Saiful (35), Mangku Desel (50), dan Agung Adi (28).  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-02-05 10:03