Bupati Ayahwa ke BNPB: Data Rumah Sudah Ada, Kapan Kita Eksekusi? Rakyat Butuh

2026-01-12 03:28:52
Bupati Ayahwa ke BNPB: Data Rumah Sudah Ada, Kapan Kita Eksekusi? Rakyat Butuh
ACEH UTARA, - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyatakan pengungsi korban banjir kabupaten itu butuh ribuan tenda.Selain itu, pembangunan hunian sementara belum jelas kapan dimulai.“Data rumah kita sudah ada, by name by address. Kapan kita eksekusi ini? Pak BNPB mungkin bisa meneruskan kapan kita eksekusi ini, agar rakyat kita sepekan ini harus ada tenda,” terang pria akrab disapa Ayahwa ini, Senin .Baca juga: Aceh Utara Perpanjang Masa Tanggap Darurat Banjir Selama SepekanDia menyebutkan, kebutuhan tenda pengungsi kapasitas keluarga sangat dibutuhkan.“Kita butuh bukan 200 tenda, kita butuh ribuan. Kalau kita bagi yang 200 itu, maka akan bertengkar sesama pengungsi. Ribut lagi, sudah kita musibah, konflik lagi antar warga,” terang Ayahwa.Dia menyarankan, mekanisme pembangunan rumah hunian sementara agar terstruktur.Sehingga bisa mempercepat pembangunan untuk korban banjir.Baca juga: Warga Antusias Beli Cabai Aceh di Pasar Murah Jakarta, Harga Lebih Murah dari PasaranMisalnya, jika pembangunan hunian sementara masih lama dari BNPB, maka pekan ini segera kirim tenda keluarga.“Agar pengungsi bisa menetap per kepala keluarga,” katanya.Namun, jika hunian sementara dibangun dalam pekan ini, maka tidak perlu tenda, langsung hunian sementara atau hunian tetap.“Termasuk pengungsi yang tidak mau tinggal di hunian sementara, kita data terus berapa banyak, uang sewa rumah Rp 600.000 per kepala keluarga itu kapan kita bayarkan, ini semua butuh jawaban agar bisa kita jelaskan ke rakyat,” katanya.Dia menyebutkan, seluruh fakta lapangan itu sudah disampaikan ke Kepala BNPB Letjen TNI Suhartoyo.“Semoga ini bisa kita selesaikan sepekan ke depan, mohon dukungan BNPB,” terangnya.Baca juga: DKI Distribusikan 1,4 Ton Cabai Berkualitas Asal Aceh, Dijual di Bawah Harga PasaranSementara itu, Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Brigjen Herman Hidayat menyatakan seluruh hasil rapat forum pimpinan daerah Aceh Utara itu segera dilaporkan ke BNPB untuk ditindaklanjuti.Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025.Aceh Utara salah satu daerah terparah terdampak banjir.Ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, seluruh fasilitas umum lumpuh.


(prf/ega)