JAKARTA, — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan ultimatum kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk terkait keberadaan tiang-tiang bekas proyek Monorel Jakarta yang masih berdiri di kawasan Senayan dan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.Pemprov DKI memberi waktu satu bulan kepada Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.“Kalau dalam satu bulan mereka kemudian tidak membongkar, maka DKI yang akan membongkar. Dan kapan DKI akan membongkar, kami sudah menetapkan waktunya adalah Januari,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis .Baca juga: Pramono Akui Tak Bisa Tidur Nyenyak karena Proyek Monorel MangkrakPramono menjelaskan, keputusan itu diambil usai rapat bersama sejumlah pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta. Surat resmi perintah pembongkaran akan dikirimkan Pemprov DKI kepada Adhi Karya pada awal pekan depan.“Kemarin sudah kami rapatkan. Dalam waktu paling lama awal minggu depan ini, saya akan menulis surat kepada Adhi Karya untuk meminta kepada Adhi Karya sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Kajati Jakarta,” ucapnya.Jika hingga batas waktu yang ditentukan Adhi Karya tidak melaksanakan pembongkaran, Pemprov DKI akan mengambil alih pekerjaan tersebut pada Januari 2026.Pembongkaran akan dilakukan bersamaan dengan penataan ulang koridor Rasuna Said, termasuk pelebaran jalan dan pembangunan jalur pedestrian.“Kalau Januari nanti DKI membongkar, sekaligus kami buat pelebaran jalan, pedestrian-nya kami bangun, dan dananya sudah ada sehingga tahun depan mudah-mudahan, Rasuna Said akan menjadi lebih baik,” kata Pramono.Baca juga: Tiang Monorel di Rasuna Said Akan Dibongkar, Besi Sisa Akan DisimpanMenurut hasil kajian Dinas Perhubungan DKI, pembongkaran tiang monorel dan penataan koridor Rasuna Said diperkirakan dapat mengurangi tingkat kemacetan sebesar 14 hingga 18 persen. Seluruh pekerjaan lanjutan akan menggunakan anggaran daerah.“Kalau itu bisa dilakukan, berdasarkan hasil kajian, analisa, survei, dan juga perhitungan dari Dinas Perhubungan, maka kemacetan di Rasuna Said akan turun antara 14 sampai dengan 18 persen. Kalau itu dananya pakai APBD,” ujarnya.
(prf/ega)
Pramono Ultimatum Adhi Karya Bongkar Tiang Monorel, Tenggat Satu Bulan
2026-01-12 03:26:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 04:05
| 2026-01-12 03:46
| 2026-01-12 02:38










































