Kevin Diks Sulit Terima Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Sangat Menyakitkan

2026-02-03 23:33:51
Kevin Diks Sulit Terima Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Sangat Menyakitkan
- Kevin Diks mengisahkan betapa sulitnya mencerna kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Kegagalan ini sangat menyakitkan baginya.Timnas Indonesia tak bisa melaju ke Piala Dunia 2026 usai takluk dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada ronde empat kualifikasi zona Asia Oktober 2025 silam.Kiprah Timnas Indoenesia di ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Arab Saudi membawa kekecewaan besar bagi Kevin Diks.Kevin Diks sempat memberikan harapan kepada pencinta sepak bola Tanah Air kala gol penaltinya membawa Skuad Garuda memimpin dalam laga pertama putaran empat kontra Arab Saudi.Namun, Arab Saudi mampu membalikkan keadaaan dan menutup laga dengan kemenangan. Gol kedua Kevin Diks via titik putih juga tak banyak menolong Timnas Indonesia.Baca juga: Hasil Gladbach Vs Wolfsburg 1-3: Duel Aroma Indonesia Kevin Diks Lawan Jenson SeeltTimnas Indonesia yang mencoba bangkit, tampil lebih baik pada laga kedua ronde empat kualifikasi kontra Irak. Namun, Skuad Garuda buntu dan takluk lantaran kemasukan gol Zidane Iqbal.“Iya, jadi biasanya, ya, kalau saya kalah dalam sebuah pertandingan, itu saya bisa membalikkan keadaan dengan cukup cepat di kepala saya," tutur Kevin Diks menjawab pertanyaan dalam sesi Bundesliga Media Round Table, Selasa malam WIB."Saya pulang ke rumah, bertemu keluarga, melihat anak perempuan saya, istri saya, lalu, ya, saya sedikit melupakan apa yang terjadi dan jadi lebih mudah untuk merenung setelahnya," tutur eks pemain Feyenoord dan Fiorentina ini.Baca juga: Jenson Seelt Jumpa Kevin Diks, Duel Aroma Indonesia di BundesligaAkan tetapi, sakit kegagalan tersingkir dari persaingan berburu tiket Piala Dunia 2026 ternyata begitu dalam menyayat hati Kevin Diks. Ia susah beranjak dan melupakan pahit kegagalan ini."Tapi kali ini, itu jauh lebih sulit. Saya rasa itu benar-benar besar dan sangat menyakitkan karena, ya, mimpi itu berakhir untuk saat itu dan itu sangat berat.""Menerima sesuatu yang sebesar itu memang lebih sulit karena kesempatan berikutnya baru akan datang empat tahun lagi," ujarnya kepada .KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas Indonesia Kevin Diks saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin malam."Biasanya, pertandingan kompetisi atau, katakanlah, latihan, selalu ada kesempatan untuk bangkit dengan cepat. Tapi dengan tim nasional, semuanya sudah berakhir untuk periode itu."Itu yang membuatnya sangat sulit diterima, ya, bahwa Anda tidak bisa langsung mengubahnya. Dan itu mungkin bagian yang paling berat," tutur Kevin Diks yang direkrut Borussia Moenchengladbach dari FC Copenhagen."Setelah mungkin beberapa malam tidur, ya, saya mulai berpikir, oke, mungkin ini memang bukan waktu kami.""Mungkin nanti di kesempatan berikutnya dan kami bisa belajar serta berkembang dari ini sebagai sebuah negara, belajar apa yang harus kami lakukan lain kali supaya kami lebih berpengalaman menghadapi situasi seperti ini," tutur Kevin Diks yang sudah mengemas dua gol di Bundesliga 2025-2026 ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 22:07