Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Terra Drone yang Tewaskan 22 Orang, Dirut Perusahaan Jadi Tersangka

2026-02-01 01:23:50
Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Terra Drone yang Tewaskan 22 Orang, Dirut Perusahaan Jadi Tersangka
- Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia berinisial MW sebagai tersangka dalam kasus kebakaran ruko Terra Drone di Kemayoran yang menewaskan 22 orang pada Selasa .Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa MW dan sepuluh saksi lainnya.“Kami tetapkan MW (Dirut Terra Drone) sebagai tersangka,” ujar Roby di Jakarta, Kamis.Menurut Roby, MW dijerat sejumlah pasal, yakni Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP, terkait dugaan kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan kebakaran hingga menimbulkan korban jiwa.“Kita kenakan Pasal 187, 188, 359 KUHP,” kata Roby.Baca juga: Terungkapnya Penyebab 22 Korban Tewas dalam Kebakaran Terra DroneIa menambahkan, ancaman pidana bagi tersangka berkisar 5 hingga 12 tahun penjara.Musibah kebakaran di ruko Terra Drone Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa , menewaskan 22 orang.Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Pol Prima Heru, memastikan seluruh korban telah selesai direkonsiliasi dan berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri.Biro Pelayanan Kedokteran Kepolisian (Rodokpol) Pusdokkes Polri mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian para korban adalah paparan karbon monoksida (CO).Kabid Yan Dokpol Pusdokkes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi, menjelaskan:“Berdasarkan pemeriksaan, baik luar maupun laboratorium, kami bisa mengambil kesimpulan bahwa adanya kematian disebabkan karena menghirup udara CO.”Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting mengatakan CO berbahaya karena mengikat hemoglobin lebih kuat daripada oksigen.“CO itu mengikat hemoglobin dalam darah jauh lebih kuat daripada oksigen… sehingga menghalangi sel darah merah mengangkut oksigen ke organ vital,” jelasnya.Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan organ, gangguan jantung, gangguan neurologis, hingga kematian.Baca juga: Usai Kebakaran Terra Drone, Pemprov DKI Segera “Razia” SLF Seluruh Gedung di JakartaPihak Terra Drone Indonesia memastikan seluruh keluarga korban mendapatkan santunan sesuai aturan yang berlaku.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-01 01:09