Polda Metro Tangkap 3 Pelaku Pemerasan Usai Korban Lapor Via 110

2026-02-03 01:25:31
Polda Metro Tangkap 3 Pelaku Pemerasan Usai Korban Lapor Via 110
Polisi menangkap tiga orang pelaku pemerasan dengan modus memberi tumpangan kepada dua korbannya. Ketiga pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari call center 110.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan peristiwa bermula saat kedua korban baru mendarat di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (1/12) dini hari. Kedua korban mendapat tumpangan mobil Toyota Avanza warna hitam metalik.Setelah berjalan dari bandara, kedua korban diperas oleh ketiga pelaku di sekitar Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, korban diminta pelaku membayar Rp 780 ribu."Di perjalanan, mereka diminta membayar ongkos hingga Rp 780 ribu dan pintu kendaraan dikunci untuk memaksa korban menuruti permintaan tersebut," kata Budi kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).Korban melapor ke hotline 110. Budi mengatakan Tim Patroli Jaga Jakarta Regu C, yang dipimpin Aipda Khoirul Setyawan, dikerahkan melakukan pencarian berdasarkan ciri kendaraan."Berkat laporan cepat masyarakat melalui layanan darurat 110, korban berhasil diselamatkan sebelum mengalami kerugian lebih jauh. Dengan laporan cepat, petugas dapat langsung bergerak dan mengamankan korban. Penangkapan berlangsung cepat dan tanpa perlawanan," kata Budi. Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui layanan 110. Dia mengatakan laporan yang lebih cepat dapat membuat respons lebih cepat.Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman ke warga. Dia mengatakan setiap laporan warga akan ditindaklanjuti."Kami tidak akan memberi celah bagi pelaku yang mencoba merugikan masyarakat," ujar Erick.Dia mengatakan jajarannya menyita satu unit Avanza warna hitam metalik, uang tunai, ponsel, kartu identitas, serta sepasang pelat nomor berbeda. Polisi mengungkap dua dari tiga pelaku positif narkoba dari hasil tes urine. Saat ini ketiga pelaku pun telah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara untuk proses penyidikan lebih lanjut."Dua pelaku juga dinyatakan positif amphetamine dan methamphetamine berdasarkan tes urine awal," kata Erick. Tonton juga video "TNI Respons Pria Ngaku Diperas saat Mau Kirim Bantuan Banjir Langkat"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 00:46