Warga Jatiluwih Bali Protes Penertiban, Eks Bupati: Pengakuan UNESCO Tidak Mudah, Jangan Dirusak

2026-02-03 09:53:35
Warga Jatiluwih Bali Protes Penertiban, Eks Bupati: Pengakuan UNESCO Tidak Mudah, Jangan Dirusak
DENPASAR, - Polemik yang terjadi di kawasan The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih, Tabanan, Bali sampai saat ini belum ada titik terang.Situasi semakin memanas setelah Pansus TRAP DPRD Bali menutup sejumlah bangunan liar di kawasan Jatiluwih yang salah satunya milik petani di sana.Mereka protes dengan memasang seng dan membentangkan plastik sepanjang 40 meter di Jalan Raya Subak Jatiluwih.Mereka menilai pemerintah melalui Pansus TRAP DPRD Bali tidak mempedulikan petani yang ingin mencari rejeki dengan perkembangan pariwisata yang ada.Baca juga: Status Jatiluwih Bali Sebagai Warisan Budaya Dunia Berpotensi Dicabut, Apa Sebabnya?Menyikapi hal itu, anggota DPR RI Komisi IV, I Nyoman Adi Wiryatama juga angkat bicara mengenai polemik itu.Dia mengakui polemik itu merupakan ancaman serius terhadap status UNESCO di Kawasan Jatiluwih, Tabanan."Ini sudah menjadi ancaman serius terkait status UNESCO yang ada," ujarnya, Minggu .Baca juga: Buntut Sidak Pansus TRAP, 3 Pemilik Restoran di Jatiluwih Dipanggil Satpol PP BaliPihaknya mengakui status UNESCO tersebut diraih melalui perjuangan panjang.Bupati Tabanan Periode 2000-2010 itu mengingatkan bahwa pengakuan UNESCO tidak datang dengan mudah.Bahkan pihaknya menegaskan bahwa gelar tersebut adalah hasil kerja panjang lebih dari 15 tahun, dimulai saat dirinya menjabat sebagai Bupati Tabanan."Perjuangan panjang mulai dari menjabat Bupati Kabupaten Tabanan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO, janganlah dirusak hanya untuk kepentingan sesaat," tegasnya.Baca juga: Perketat Pengawasan di Jatiluwih, Pansus TRAP Bali: Wisatawan Datang untuk Lihat Sawah, Bukan BetonWiryatama berharap masalah tersebut agar tidak sampai berlarut-larut.Bahkan pihaknya meminta pemerintah, masyarakat dan pengusaha agar duduk bersama mencari solusi."Ini perlu mendapat solusi agar Jatiluwih tetap menjadi salah satu desa terbaik dunia. Karena pengakuan ini pariwisata bisa berkembang," ucap Adi Wiryatama.Lebih lanjut Adi Wiryatama menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya dunia harus menjadi prioritas nyata, bukan slogan semata.Baca juga: Pansus TRAP: 13 Bangunan Berpotensi Merusak Keaslian Situs Warisan Dunia di Jatiluwih Bali


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-03 08:36