BENGKULU, - Jalan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul di Kota Bengkulu dalam kondisi memprihatinkan.Sejak dua bulan terakhir, jalur sepanjang dua kilometer tersebut rusak parah, dipenuhi lumpur dan becek, menyulitkan kendaraan pengangkut sampah untuk membuang muatan mereka.Dedi (45), seorang pengemudi pikap, mengisahkan pengalaman pahitnya saat mencoba masuk ke TPA.Dua hari lalu, mobilnya terbenam dan mengalami kerusakan parah setelah menghantam batu di jalan yang berlumpur."Sudah dua hari mobil saya rusak masih di TPA ini, mau dibawa ke bengkel tapi uang belum ada. Beginilah keluhan kami ratusan pengantar sampah di Kota Bengkulu sejak dua bulan ini, penuh derita," keluh Dedi saat ditemui di lokasi, Kamis .Baca juga: Tangani Korupsi Pertambangan Rp 500 Miliar di Bengkulu, 8 Jaksa DiturunkanKOMPAS.COM/FIRMANSYAH Kobdisi satu-satunya jalan yang harus dilalui ke daraan pengangkut sampah, becek, lumpur dan tidak aman di TPA Air Sebakul, Kota Bengkulu, Kamis .Dedi menjelaskan, kondisi jalan yang buruk ditambah dengan hujan telah membuat antrean kendaraan mengular sepanjang dua kilometer."Sejak jalan rusak, kami harus mengantre berkilo-kilo meter, bahkan sampai 12 jam baru bisa dapat giliran bongkar sampah," tambahnya.Kondisi jalan yang berlumpur dan dipenuhi batu membuat banyak mobil pengangkut sampah terbenam atau bahkan terbalik.Dedi mengaku, selama enam bulan terakhir, upahnya dari mengangkut sampah habis untuk memperbaiki mesin mobil yang rusak.Baca juga: Banyak PMI Bengkulu Telantar di Jepang, DPRD Desak Anggaran Tim TPPOSubhan, pengemudi lainnya, juga mengalami kesulitan serupa. Ia mengaku sudah beberapa kali didemo oleh warga karena keterlambatan dalam mengambil sampah."Saya itu per bulan dibayar Rp 25 ribu per rumah, janjinya seminggu tiga kali mengambil sampah warga. Namun sejak dua bulan ini karena ada masalah di TPA, saya cuma sanggup ambil sampah seminggu sekali, warga mendemo saya, marahin saya," ungkap Subhan.Masyarakat, menurut Subhan, tidak mau tahu tentang kondisi antrean panjang dan kesulitan yang dihadapi pengemudi."Saya coba jelaskan ke warga tapi tetap saja kami dimarah-marah," ujarnya.Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang kendaraan menuju TPA, yang hanya memiliki satu jalan kecil berukuran sekitar empat meter.Kondisi jalan yang becek dan berlumpur semakin memperburuk situasi.Tak jarang, pengemudi terpaksa membuang sampah di jalan masuk karena tidak dapat melanjutkan perjalanan.Para pengemudi mengharapkan agar pihak berwenang segera mengatasi masalah di TPA agar tidak merugikan masyarakat dan mereka yang bekerja sebagai pengangkut sampah.
(prf/ega)
Cerita Pengemudi Truk Sampah di Bengkulu: Mobil Hancur, Dimarahi Warga, Antre 12 Jam Imbas Jalan Rusak
2026-01-12 04:42:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:44
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 03:49










































