Pertamina Kerahkan SPBU Mobile untuk Percepat Layanan BBM di Wilayah Bencana

2026-01-16 02:36:53
Pertamina Kerahkan SPBU Mobile untuk Percepat Layanan BBM di Wilayah Bencana
JAKARTA, – PT Pertamina Patra Niaga (Persero) mengoptimalkan moda suplai darurat berupa Pertamina Mobile SPBU dan canting atau set tabung mini untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana di Sumatera.Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, prioritas utama perusahaan adalah memastikan masyarakat tetap bisa bergerak dan menjalankan aktivitas pemulihan.“Berbagai moda suplai kami aktifkan dari Pertamina Mobile SPBU, hingga canting untuk pengisian dari drum. Kami paham bahwa masyarakat sedang berupaya bangkit, dan energi adalah kebutuhan penting untuk itu,” ujar Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Senin .Baca juga: Pertamina Tembus Daerah Terisolasi, BBM Tiba di Bireuen AcehIa mencontohkan layanan di SPBU 14.244.430 Kelurahan Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.Di lokasi ini, Tim Pertamina Patra Niaga menyalurkan Pertalite menggunakan Pertamina Mobile SPBU berupa mobil tanki modular berkapasitas 16 kiloliter yang dilengkapi nosel untuk pengisian langsung kepada konsumen.Selain itu, digunakan pula 10 set tabung mini yang dilengkapi nosel untuk mempercepat layanan pembelian BBM oleh warga.Lebih lanjut, Roberth menyebut Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan Pertamina Mobile SPBU di SPBU 11.201.106 Polonia, Kota Medan. Inisiatif ini mempercepat pengisian BBM dan membantu mengatasi lonjakan kebutuhan energi pascabencana di beberapa wilayah.Baca juga: Akses Terputus, Pertamina Distribusikan Elpiji ke Bireuen Aceh Secara EstafetMenurut dia, kebutuhan BBM di wilayah terdampak meningkat hingga 50 persen dari konsumsi normal setelah banjir dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatera.Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan seluruh tim bekerja memastikan layanan energi tetap aman dan menjangkau masyarakat.“Setiap liter BBM yang kami salurkan bukan hanya soal operasional, tapi bagian dari upaya membantu saudara-saudara kita kembali pulih. Kami berkomitmen untuk memastikan layanan tetap aman, cepat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” kata Fahrougi.Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas pasokan energi selama masa pemulihan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 02:28