- Wilayah Bandung Raya mengalami penurunan permukaan tanah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Program Studi S-2 dan S-3 Teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Gumilar saat acara CEO Summit di Innovation Park, Summarecon, Bandung, Jawa Barat pada Senin .Ia menyampaikan, penurunan permukaan tanah bisa mencapai10 hingga 12 sentimeter per tahun.Jumlah tersebut dapat terakumulasi hingga lebih dari satu meter jika dihitung dalam sepuluh tahun ke belakang.“Bandung ini sudah kita amati sejak tahun 2000. Dengan teknologi geodesi, kita bisa melihat bahwa ada titik-titik tertentu di Kota Bandung yang mengalami kejadian penurunan muka tanah yang cukup signifikan,” ujar Irwan dikutip dari TribunJabar, Senin .Baca juga: Tak Berlaku Mulai 2026, Berikut Cara Ubah Girik Jadi SHM Sesuai Aturan ATR/BPNIrwan menjelaskan, kawasan Bandung Timur dan Kabupaten Bandung mengalami penurunan permukaan tanah 10 hingga 12 sentimeter per tahun.Hasil tersebut diperoleh berdasarkan hasil pengamatan sejumlah titik di Jawa Barat.Kondisi ini bahkan terjadi secara konsisten tanpa adanya tanda-tanda perlambatan.“Kalau dibiarkan, dampaknya akan semakin berat,” kata Irwan.Ia menuturkan, dampak penurunan muka tanah sudah tampak jelas di lapangan. Berbagai fasilitas publik dan permukiman warga mengalami kerusakan, mulai dari jalan hingga bangunan tempat tinggal. Di sejumlah lokasi, jembatan terlihat seolah tetap berada di ketinggian semula, sementara tanah di sekelilingnya turun drastis.Baca juga: Biodata Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Tersangka Korupsi Penyalahgunaan KewenanganSelain itu, banyak rumah yang sekarang sudah tinggal setengah atau tiga perempat karena tanahnya turun. “Ini jelas berdampak pada keselamatan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” jelas Irwan.Ia juga menyoroti keterkaitan erat antara penurunan muka tanah dan meningkatnya risiko banjir.
(prf/ega)
Penurunan Muka Tanah di Bandung Raya Capai 12 Cm per Tahun, Wilayah Ini Paling Terdampak
2026-01-12 10:32:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:45
| 2026-01-12 10:09
| 2026-01-12 09:27
| 2026-01-12 09:19
| 2026-01-12 08:41










































