Bareskrim Ungkap Potensi Peningkatan Narkoba Jelang Akhir Tahun, Ini Faktor Penyebabnya

2026-01-11 22:28:50
Bareskrim Ungkap Potensi Peningkatan Narkoba Jelang Akhir Tahun, Ini Faktor Penyebabnya
JAKARTA, - Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan adanya potensi peningkatan peredaran narkoba menjelang akhir tahun.Menurut Eko, hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor pendorong, utamanya saat liburan Natal dan Tahun Baru."Ada peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor utama, terutama menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru)," kata Eko, kepada wartawan, Senin .Eko memaparkan, faktor pendorong peningkatan peredaran narkoba antara lain keramaian dan hiburan.Baca juga: Bareskrim Tetapkan 1 Tersangka Kasus Temuan Narkoba dalam Kecelakaan Mobil di Tol LampungDia mengatakan, akhir tahun identik dengan perayaan, pesta, dan meningkatnya aktivitas di tempat hiburan malam."(Hal ini) menjadi pasar potensial bagi peredaran narkoba jenis rekreasi seperti ekstasi dan sabu," ungkap dia.Kedua, narkoba disebut meningkat permintaannya setiap libur panjang.Kesempatan libur panjang itu memungkinkan pengguna narkoba mengonsumsi obat-obat terlarang tanpa terganggu rutinitas harian."Ketiga, jaringan pengedar dan bandar mencoba memanfaatkan momentum ini untuk meraup keuntungan besar sebelum dan selama periode perayaan," ujar dia.Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim akan melakukan berbagai cara untuk menangani potensi peningkatan peredaran narkoba jelang akhir tahun.Eko menjelaskan penanganan dimulai dari memasifkan penindakan dan pengecekan, khususnya di titik rawan peredaran narkoba.Baca juga: Mendagri Minta Gubernur Papua Bantu Keluarga Wanita Hamil yang Meninggal akibat Ditolak 4 RSKemudian, adanya operasi gabungan Polri secara rutin di tempat hiburan malam, termasuk diskotek, klub, dan bar di seluruh Indonesia."Terutama di kota-kota besar," imbuh dia.Selanjutnya, polisi juga melakukan pengamanan pintu masuk atau memperketat pengawasan di wilayah perbatasan, termasuk pelabuhan, bandara, dan jalur-jalur tikus untuk mencegah masuknya narkoba impor dari jaringan transnasional.Tak sampai situ, polisi juga akan melakukan penggerebekan dan operasi di kampung narkoba atau wilayah yang diidentifikasi sebagai sarang peredaran."Dengan tujuan mengubahnya menjadi Kampung Bersinar (Bersih Narkoba)," tutur Eko.


(prf/ega)