Tanah Amblas di Jaktim, Pemkot Minta Pagar Tak Dibangun di Atas Drainase

2026-02-03 23:00:52
Tanah Amblas di Jaktim, Pemkot Minta Pagar Tak Dibangun di Atas Drainase
Sejumlah rumah di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Jaktim), rusak akibat tanah amblas. Warga diminta tak membangun pagar di atas saluran air (drainase).Pemkot Jaktim melalui Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jaktim akan memperbaiki saluran air yang rusak. Tembok warga yang sebelumnya ada di atas saluran akan dibongkar."Jadi intinya yang bersangkutan mendirikan tembok di atas saluran, dan sekarang sehubungan dengan kejadian tersebut maka temboknya harus dibongkar dan tidak boleh membangun tembok lagi di atas saluran tersebut, harus di atas tanah yang bersangkutan untuk menghindari terjadi rubuh lagi," kata Wali Kota (Walkot) Jaktim Munjirin, Rabu .Dalam foto yang dilihat detikcom, terlihat tembok bagian depan rumah yang terdampak tanah amblas retak dan miring. Ada juga tembok yang disanggah dengan balok besar agar tak roboh.Tanah yang amblas merupakan permukaan atau penutup saluran air. Tanah tersebut berada di gang atau jalan perbatasan antara rumah warga. Petugas Sudin SDA Jaktim sudah mendatangi lokasi itu pada Sabtu sebelum terjadi tanah amblas. Semakin hari, tanah di lokasi tersebut semakin amblas hingga terjadi tembok rumah warga roboh pada Senin ."Kemarin Sabtu SDA sudah cek. Ternyata bangunan pagar warga posisinya di atas saluran. Seiring waktu lama amblas (tanahnya)," katanya.Warga diminta membongkar pagar sebelum Sudin SDA memperbaiki saluran air. Warga juga diimbau tidak mendirikan tembok di atas saluran air.Pemkot Jaktim juga sudah kembali mendatangi lokasi untuk penanganan tanah amblas dan penyerahan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak.Sebelumnya, tiga rumah warga di Makasar, Jaktim, rusak akibat tanah amblas. Ada lima keluarga dengan 20 jiwa yang terdampak peristiwa itu. Peristiwa itu disebut terjadi saat warga bergotong royong membangun pagar.Simak juga Video: Warga Matraman Cerita Detik-detik Rumahnya Amblas ke Kali Ciliwung[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-03 21:05