JAKARTA, - PAM Jaya berencana memasang pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer di Jakarta mulai Januari 2026.Pemasangan pipa untuk meningkatkan distribusi air bersih, termasuk di wilayah Kamal Muara yang sebelumnya sempat mengalami krisis air."Baru akan mulai nih Januari (2026), termasuk Kamal Muara ya, yang kami targetkan di awal Januari, yang kemarin sempat jadi isu yang krisis air dan lain sebagainya," ucap Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, di Balai Kota Jakarta, Minggu .Baca juga: Antisipasi Macet Akibat Galian, PAM Jaya Siapkan Skema Baru saat Pemasangan PipaSelain Kamal Muara, pemasangan pipa juga ditargetkan berlangsung di wilayah Jakarta Timur, Utara, Pusat, dan Selatan sepanjang 2026."Sudah dimulai (penggalian) di Selatan, Antasari, Deplu, Pondok Pinang. Jadi sudah masif banget ya. Makanya jalur utamanya selesai, kita sekarang lagi menyambung ke jalur artikulasinya, distribusi ke perumahan," jelas Arief.Proyek besar yang dikerjakan bertahap ini diperkirakan akan berdampak pada mobilitas warga, sehingga perusahaan menekankan pentingnya pengaturan teknis penggalian di lapangan.Oleh sebab itu, PAM Jaya menyiapkan strategi kerja bertahap ketika memasang pipa sepanjang 1.000 kilometer."Jadi pit per pit-nya kita tidak bongkar kalau memang belum dirasakan dimulai. Kalau dulu kan kita setiap satu area, kita langsung pit-nya dibuka," ujar Arief.Pola kerja lama yang membuka banyak titik sekaligus tidak lagi digunakan karena berpotensi menambah kepadatan lalu lintas."Kita sekarang enggak, kalau pit-nya satu belum selesai, kita kemudian menunda sampai kemudian itu selesai pit pertama, baru pit kedua kita buka," jelas dia.Baca juga: Alasan Pipa PAM Jaya Sering Bocor: Berusia 103 Tahun dan Tak Pernah Diganti Sejak 1922Kebocoran pipa air di Jakarta masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada tingginya angka kehilangan air atau non-revenue water (NRW).Arief Nasrudin menyebut usia jaringan pipa yang sudah sangat tua menjadi faktor utama penyebabnya. Sebagian jaringan pipa air di Jakarta telah beroperasi sejak 1922 atau berusia lebih dari satu abad.“Kenapa kebocoran air di Jakarta itu tinggi sekali? Karena pipanya sudah berusia 103 tahun sebagian besar sejak 1922,” ujar Arief.Menurut dia, pipa-pipa tua peninggalan Belanda itu masih digunakan hingga kini untuk menyalurkan air dari Cibodas, Bogor, menuju reservoir di Pasar Rebo, Jakarta Timur.Selain memperbarui jaringan, PAM Jaya juga memperluas cakupan layanan air bersih.Saat ini, pelayanan telah menjangkau 76,19 persen wilayah Jakarta dengan lebih dari satu juta sambungan pelanggan. Pemerintah menargetkan cakupan layanan meningkat menjadi 90 persen pada 2027.“Pergerakannya cepat sekali. Tapi untuk mencapai target 90 persen, kami butuh dukungan semua pihak, termasuk media,” ujar Arief.Di sisi lain, program subsidi air bagi masyarakat berpenghasilan rendah tetap berjalan.
(prf/ega)
Siasat PAM Jaya agar Proyek Galian Pipa Tak Bikin Macet
2026-01-12 00:49:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:34
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 05:51
| 2026-01-12 05:32










































