- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang diperkirakan berlangsung pada 18-21 Desember 2025.Peringatan dini tersebut dikeluarkan seiring munculnya sejumlah fenomena atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca maritim dan dinamika angin di wilayah perairan Indonesia.Baca juga: Dua Bibit Siklon Tropis Terpantau, BMKG Prakirakan Gelombang Tinggi 16–19 Desember 2025Dikutip dari laman resminya, BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Bakung dan dua bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan nasional.Siklon Tropis Bakung terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung pada koordinat 11,7 derajat lintang selatan dan 93,1 derajat bujur timur, dengan pengaruh signifikan terhadap kondisi gelombang laut.Selain itu, BMKG juga memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S di selatan Jawa Timur pada posisi 11,8 derajat lintang selatan dan 113,3 derajat bujur timur.Lalu, Bibit Siklon Tropis 95S di Laut Arafura barat Papua Selatan pada koordinat 8,2 derajat lintang selatan dan 134,3 derajat bujur timur.Ketiga sistem tersebut turut memperkuat pola angin barat di wilayah Indonesia bagian selatan dengan kecepatan angin berkisar antara 6-30 knot.BMKG mencatat angin kencang terpantau di beberapa perairan strategis, antara lain di Selat Karimata, Laut Jawa bagian barat, Selat Sunda, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa, serta Laut Arafura.Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang dan mengganggu aktivitas pelayaran maupun perikanan di perairan Indonesia.Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 16-19 Desember Akibat Bibit Siklon 93S dan 95SBMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia, meliputi:Baca juga: Dua Bibit Siklon Tropis Muncul, BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Laut Jawa hingga PapuaBMKG juga mengingatkan potensi gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 2,5-4,0 meter di sejumlah perairan tertentu.Wilayah yang diperkirakan terdampak gelombang sangat tinggi tersebut meliputi:Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan perikanan, terutama kapal-kapal kecil hingga menengah.BMKG mengimbau pelaku pelayaran agar memperhatikan risiko keselamatan akibat gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Indonesia.BMKG mencatat perahu nelayan berisiko terdampak, jika kecepatan angin mencapai atau melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.Kapal tongkang berisiko mengalami gangguan keselamatan, jika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.Sedangkan, kapal feri berisiko, jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, untuk terus memantau perkembangan peringatan dini dan informasi cuaca maritim terkini.Informasi lengkap mengenai kondisi gelombang dan cuaca maritim dapat diakses melalui situs resmi maritim.bmkg.go.id atau kanal media sosial @bmkgmaritim.Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Berlaku 13–16 Desember 2025
(prf/ega)
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia 18-21 Desember 2025
2026-01-12 04:20:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:51
| 2026-01-12 02:04
| 2026-01-12 02:00










































