ACEH TENGAH, – Di tengah lumpuhnya akses dan lambatnya distribusi bantuan, warga Kemukiman Wih, Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah memilih bertindak.Mereka menggali dan meratakan tanah di tengah hutan untuk membuat helipad darurat, demi membuka jalur bagi helikopter pembawa logistik."Kami berharap dengan adanya pembuatan helipad ini, ada harapan kami untuk hidup. Karena kami sudah lebih seminggu tidak mendapatkan bantuan sebutir beras pun," kata salah satu warga, Badri Linge, di Aceh Tengah, dikutip dari Antara, Selasa .Baca juga: Banjir Sumatera: Kerugian Ekonomi Diprediksi Mencapai Rp 6,28 TriliunLangkah tersebut diambil warga karena merasa putus asa menanti bantuan dari pemerintah sejak bencana alam menerjang desa mereka. Badri mengungkapkan, wilayah Kemukiman Wih di Dusun Jamat telah terisolasi sejak banjir dan longsor melanda.Warga tidak hanya membutuhkan makanan, tetapi juga obat-obatan. Kondisi ini dinilai sudah sangat darurat dan memerlukan bantuan segera dari pihak berwenang."Saat ini kami hanya memiliki dua harapan untuk hidup. Pertama, pertolongan Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, bantuan dari Bapak Prabowo," ujarnya.Badri menyebutkan, jumlah warga terdampak mencapai ratusan orang, termasuk balita, ibu hamil, dan lansia."Kami merasa saat ini kematian sudah di depan mata," ucapnya dengan tegas.Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan, Kecamatan Linge merupakan salah satu wilayah paling terdampak dan masih terisolasi akibat bencana di Sumatera tersebut.Baca juga: Banjir Sumatera: Korban Jiwa 686 Orang, Sejuta Warga Dievakuasi, Ini Kata Kepala WHOTercatat ada 97 desa di Kabupaten Aceh Tengah yang terisolasi. Hingga saat ini, jumlah korban mencapai 22 orang meninggal dunia dan 23 orang masih dinyatakan hilang.
(prf/ega)
Warga Aceh Tengah Gotong-royong Bikin Helipad Sendiri agar Bantuan Bisa Masuk
2026-01-12 04:45:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 03:21
| 2026-01-12 02:44










































