Mendagri Ungkap Sumber Kebakaran Terra Drone dari Lantai 1, Tempatnya Penyimpanan Baterai

2026-01-11 22:08:19
Mendagri Ungkap Sumber Kebakaran Terra Drone dari Lantai 1, Tempatnya Penyimpanan Baterai
JAKARTA, - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sumber api kebakaran di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang berujung tewasnya 22 orang, berasal dari lantai satu bangunan enam lantai tersebut.Hal ini diungkapkan Tito saat memberikan arahan kepada kepala daerah dan disiarkan melalui akun YouTube Kemendagri RI, Kamis .“Kemudian yang terbakar itu adalah bagian bawah, lantai satu, lantai satu pada saat jam makan siang, 12.43 (WIB),” kata Tito, dikutip Kompas.com, Kamis.Tito menjelaskan bahwa rumah toko (ruko) atau gedung tersebut dimiliki oleh pemilik Terra Drone, perusahaan yang bergerak dalam penyediaan peralatan drone untuk keperluan survei, pemetaan, dan lainnya.Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Beri Perhatian Khusus Kepada Damkar Berdasarkan informasi dan hasil peninjauan ke lapangan, dia menerangkan bahwa ruko yang digunakan perusahaan berada di bagian tengah untuk karyawan bekerja.Gedung tersebut memiliki enam lantai serta sebuah rooftop di bagian paling atas.Sementara itu, ruko di sisi kanan dan kiri digunakan oleh pihak lain, bukan oleh PT Terra Drone, dan masing-masing hanya terdiri atas tiga lantai.“Nah, di bagian bawah itu adalah tempat menaruh barang-barang, untuk dalam kotak-kotak yang sudah di-packing, yang isinya baterai dan komponen untuk merakit drone,” ucap Tito.“Sedangkan lantai berikutnya itu adalah lantai untuk bekerja. Lantai 2, 3, 4, 5, 6 untuk manajemen dan lain-lain. Total pegawai ada 80,” tambah dia.Saat peristiwa kebakaran terjadi, pada Selasa pukul 12.43 WIB, pegawai PT Terra Drone tengah istirahat makan siang.Oleh karenanya, tersisa 41 orang. Ketika api mulai muncul dari lantai bawah, para pegawai tersebut berupaya menyelamatkan diri dengan berlari ke lantai atas.Baca juga: Damkar Disukai Masyarakat, Mendagri: Mereka Bekerja Tanpa Pamrih Mereka hanya bisa menggunakan tangga karena tidak ada jalur evakuasi lain.Melompat ke gedung di kanan atau kiri tidak memungkinkan, begitu pula ke bagian belakang.“Hanya depannya saja kaca ini. Sehingga makin ke atas makin terkunci, terkurung, terjebak,” ungkap dia.Asap dari lantai bawah kemudian memenuhi area tangga hingga rooftop.


(prf/ega)