JAKARTA, — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai ketersediaan energi, khususnya gas bumi, akan menjadi faktor penentu keberlanjutan pembangunan nasional dalam beberapa dekade ke depan.Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aryo Djojohadikusumo menyebut isu gas kini tidak lagi bersifat teknis, melainkan berkaitan langsung dengan agenda strategis negara, mulai dari ketahanan pangan hingga hilirisasi industri.“Tidak mungkin ada ketahanan pangan tanpa pupuk, dan tidak mungkin ada pupuk tanpa gas,” ujar Aryo dalam Energy Insights Forum bertajuk Gas Outlook 2026: Powering Energy Resilience with Strong Governance, Kamis .Baca juga: PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat TarakanAryo menjelaskan, gas akan menjadi sekitar seperempat bauran energi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) selama 10 hingga 15 tahun ke depan.Porsi tersebut dinilai krusial untuk menopang hilirisasi industri strategis yang tengah didorong pemerintah.“Oleh karena itu, ketersediaan gas akan menentukan keberlanjutan sejumlah prioritas pembangunan,” ujarnya.Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno yang menilai ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan dua prioritas utama pemerintah saat ini.Baca juga: PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Penyaluran Gas Bumi Berjalan OptimalMenurut Eddy, keduanya memiliki benang merah yang sama dan titik krusialnya adalah gas.Ia menambahkan, target pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, industrialisasi, serta stabilitas produksi pupuk dan energi hanya bisa dicapai jika pasokan gas terjamin dan infrastrukturnya memadai.
(prf/ega)
Kadin: Gas Jadi Penopang Hilirisasi Industri Strategis
2026-01-12 01:53:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:16
| 2026-01-12 01:49
| 2026-01-12 01:27
| 2026-01-12 00:09










































