Golkar Gelar Pagelaran Wayang, Bahlil Singgung Komunikasi Era Soeharto

2026-01-15 07:16:26
Golkar Gelar Pagelaran Wayang, Bahlil Singgung Komunikasi Era Soeharto
JAKARTA, - Ketua Umum  Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebutkan, wayang pernah menjadi alat komunikasi antara partai politik, pemerintah, dan masyarakat di era Presiden ke-2 RI Soeharto.Bahlil mengakui bahwa wayang berperan besar di masa kejayaan Partai Golkar dahulu."Ketika Golkar berkuasa 30 tahun di zaman Pak Harto, wayang ini dijadikan sebagai salah satu instrumen komunikasi antara pemerintah, partai politik, dengan masyarakat, dalam mensosialisasikan programnya, termasuk KB, keluarga berencana," kata Bahlil dalam acara Pagelaran Wayang di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat .Baca juga: Doa Bahlil untuk Penolak Gelar Pahlawan Nasional SoehartoDia ingin melestarikan budaya dan tradisi kepada kader partainya dan masyarakat.Oleh karena itu, Bahlil menggelar acara pertunjukan wayang sebagai rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar."Dulu itu kalau tidak salah, cara-cara ini yang masuk, dan ini kita mencoba untuk mengembalikan apa yang diwariskan oleh para senior-senior terdahulu untuk kemudian kita lanjutkan, kita wariskan. Tradisi yang baik penting untuk kita pelihara," kata dia.Baca juga: Gibran Sebut Gelar Pahlawan Soeharto hingga Marsinah Utamakan RekonsiliasiMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini mengatakan, wayang adalah seni warisan leluhur bangsa, yang juga telah diakui oleh dunia."Sekarang sudah masuk di UNESCO, dan kalau kita lihat generasi milenial sekarang, masih banyak yang mengikuti pagelaran seni wayang, tapi tidak sedikit juga yang mulai tidak memperhatikan budaya ini," ujar Bahlil.Pada kesempatan ini, Bahlil menyinggung soal fenomena DFK (disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian).Baca juga: Heboh Soeharto Pahlawan NasionalLewat pagelaran wayang ini, ia berharap ada nilai-nilai leluhur yang dipelajari masyarakat."Nah, mungkin dengan wayang ini, kita mencoba untuk belajar kearifan-kearifan para leluhur kita, agar jangan terlalu kita terpengaruh dengan pola-pola budaya dari luar yang belum tentu cocok bagi peradaban di negara kita," kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 06:52