AMBON, - Menunggu selama bertahun-tahun, warga Komplek Kezia, Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, akhirnya menikmati air bersih. Akses air bersih yang disediakan oleh pemerintah telah menjangkau wilayah tersebut.Letak geografis dan kontur tanah yang berbatu karang di wilayah itu membuat ribuan warga di kawasan Gunung Nona kesulitan mendapatkan air bersih. Solusinya, selama itu mereka membeli air dari mobil pengisian air secara berkala."Menjawab kerinduan kami masyarakat yang selama kurang lebih 23 tahun kami sudah menempati lokasi ini dan selama ini memang kami menggunakan air dari mobil dan itu anggarannya memang sangat besar dan sangat memberatkan masyarakat selama ini," kata seorang warga kepada Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat meresmikan saluran air PDAM Tirta Yapono di Komplek Kezia pada Sabtu siang .Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Nataru, ASDP Operasikan 6 Kapal Jalur Ambon-Pulau SeramYan bersama sejumlah warga yang hadir di halaman Gereja Kezia untuk peresmian saluran air PDAM Tirta Yapono mengaku bahagia akhirnya penantian puluhan tahun terjawab.Kawasan Kezia memiliki topografi berundak, didominasi batu karang. Letaknya pun jauh dari sumber pipa induk PDAM.Hal itu menyulitkan air bisa masuk dan tersalurkan dengan merata ke tiap rumah warga."Katong (kami) di sini beli terus. Dulu malah pakai air hujan yang ditampung untuk digunakan mandi, cuci maupun memasak. Sekarang sudah masuk warga jadi lebih terbantu," kata Elvis Titarsole, warga lainnya.Baca juga: Jelang Nataru, Harga Cabai di Ambon Tembus Rp 120.000 Per KilogramHal serupa juga dirasakan warga Lorong Sekot Farmasi Atas yang tak jauh dari lokasi peresmian pertama.Hampir sebagian besar warga harus membeli air bersih dari mobil tangki.Rata-rata, warga menghabiskan Rp 600.000- Rp 800.000 per bulan untuk membeli air.Harga satu tangki air berkisar antara Rp 150.000- Rp 200.000 sekali pengisian.Karena itu, dengan hadirnya air PDAM ke wilayah pegunungan membantu kehidupan masyarakat."Bicara soal air bersih itu kebutuhan dasar. Dan sesuai janji dan prioritas program pemerintahan, ini salah satunya menjawab program masuknya air PDAM ke rumah rumah warga. Khususnya wilayah yang sulit seperti di kawasan Gunung Nona ini," kata Wali Kota Ambon itu.Nantinya, warga tinggal memasang jaringan air dan melakukan permintaan pemasangan ke PDAM.Lokasi-lokasi yang dulunya sulit, jauh dan menanjak kini sudah bisa teraliri air."Kami upayakan dalam 5 tahun ini air bersih bisa masuk ke rumah-rumah. Itulah kebahagiaan kami sebagai pemimpin kalau masyarakat dapat dampak dari apa yang kita buat," kata Bodewin.Selain di Gunung Nona dan Farmasi, wilayah lain yang tengah diupayakan seperti di Kawasan Benteng, Batu Merah.Hingga kini, sudah ada sekitar 2.000 KK yang mendapat akses air PDAM . Wattimena berharap jumlah itu akan terus bertambah dalam lima tahun kepemimpinannya. Dengan demikian warga Kota Ambon tidak lagi merasa sulit mengakses air PDAM.
(prf/ega)
Setelah 23 Tahun, Warga Pegunungan Ambon Akhirnya Dapat Akses Air Bersih
2026-01-12 04:34:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:55
| 2026-01-12 03:49
| 2026-01-12 02:46
| 2026-01-12 02:41










































