- Minyak zaitun dikenal sebagai salah satu bahan pokok dapur tertua di dunia, telah digunakan manusia selama ribuan tahun di peradaban Mediterania.Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Archaeological Science meragukan klaim yang sudah ada sejak puluhan tahun itu.Tanah Mediterania yang kaya kalsium diduga telah mengubah jejak kimia pada gerabah kuno, menyebabkan arkeolog sebelumnya salah mengidentifikasi residu minyak zaitun kuno.Baca juga: Minyak Zaitun Terbuat dari Apa? Ini Proses, Asal-usul, dan ManfaatnyaDalam studi terbaru, ilmuwan menduga arkeolog terdahulu salah mengidentifikasi minyak zaitun kuno pada keramik Mediterania, dan kemungkinan terlewat mendeteksi minyak nabati lain atau bahkan lemak hewani.Alasan di balik peninjauan ulang temuan arkeologi sebelumnya adalah kondisi tanah.Studi terbaru menunjukkan bahwa residu organik dalam minyak nabati tidak terawetkan dengan baik di tanah yang kaya kalsium di sekitar Mediterania.“Saya biasanya menggambarkan pekerjaan saya sebagai: Saya mencuci piring kotor kuno, saya menyimpan cairan bilasan, dan saya menggunakan molekul di dalamnya untuk mencari tahu bagaimana orang menggunakan panci mereka,” kata Gerdes dalam sebuah pernyataan dikutip Populer Science.Analisis residu organik adalah subdisiplin ilmu arkeologi yang sudah mapan.Namun, Gerdes menyadari bahwa banyak klaim lama tentang penemuan minyak zaitun kuno di situs-situs Mediterania Timur belum ditinjau ulang seiring kemajuan teknologi.“Salah satu hal yang saya sadari di awal masa Ph.D. saya adalah orang-orang membuat segala macam klaim tentang apa yang mereka temukan dari gerabah kuno di Mediterania Timur, dan ada banyak ruang untuk mendukung klaim tersebut dengan eksperimen yang lebih solid,” ujar Gerdes.Karena pembatasan perjalanan di masa awal pandemi Covid-19, Gerdes tidak dapat melakukan perjalanan ke Siprus, yang menjadi area fokusnya.Sebagai gantinya, sampel tanah Siprus dibawa ke Cornell Soil Health Lab.Bekerja sama dengan insinyur kimia Jillian Goldfarb, Gerdes mengembangkan eksperimen laboratorium untuk menguji bagaimana kimia tanah yang unik memicu reaksi kimia yang memecah residu makanan pada tembikar kuno.Mereka membuat pelet keramik menggunakan tanah liat terakota, kemudian memanggangnya.“Saya berpikir untuk bermain dengan Play-Doh sepanjang waktu,” kata Gerdes.
(prf/ega)
Studi Baru Ragukan Temuan Minyak Zaitun Kuno Berusia Ribuan Tahun di Mediterania
2026-01-11 22:25:30
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:40
| 2026-01-11 22:27
| 2026-01-11 21:42
| 2026-01-11 21:12
| 2026-01-11 20:37










































