Jakarta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menobatkan Jakarta menjadi kota terpadat di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 42 juta. Jumlah ini menempatkan posisi Jakarta di atas Tokyo yang selama ini menjadi kota terpadat di dunia.Menanggapi hal ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai, kepadatan penduduk itu berpotensi menimbulkan masalah sosial, salah satunya masalah kemacetan dan polusi. Terlebih, secara administrasi jumlah itu bukan lah warga Jakarta secara keseluruhan, melainkan warga dari berbagai daerah penyangga.“Jadi Jakarta ini penduduknya 11,6 juta, tapi bisa bertambah kalau siang hari,” kata Khoirudin dalam keterangannya, dikutip Senin .AdvertisementMenurutnya, banyaknya warga yang beraktivitas di Jakarta pada siang hari itu tentu membuat Jakarta menjadi macet.Oleh karenanya, DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah membahas rencana untuk menerapkan kebijakan jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP), yang di mana sudah didiskusikan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung.“Jadi, saya baru diskusi dengan Pak Gubernur tentang ERP, di mana jalan Thamrin dan Sudirman mau dipakai jalan berbayar,” kata dia.
(prf/ega)
PBB Tetapkan Jakarta Kota Terpadat, Ketua DPRD Usulkan Jalan Berbayar di Perbatasan
2026-01-11 03:35:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:39
| 2026-01-11 02:44
| 2026-01-11 02:40
| 2026-01-11 02:00
| 2026-01-11 01:18










































