Kenalan dengan STMKG, Sekolah Kedinasan Pencetak Penjaga Cuaca Indonesia

2026-01-12 12:01:53
Kenalan dengan STMKG, Sekolah Kedinasan Pencetak Penjaga Cuaca Indonesia
- Indonesia memiliki sejumlah sekolah kedinasan yang dikelola pemerintah, dan salah satu yang paling krusial perannya adalah Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).Sesuai namanya, kampus kedinasan ini mendalami ilmu atmosfer: dari cuaca, iklim, hingga geofisika, semua yang menentukan keseharian masyarakat dan kesiapan negara menghadapi bencana.Sebagian besar lulusan STMKG dikenal lekat dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Tak mengherankan jika mereka menjadi tulang punggung analisis cuaca nasional, terutama ketika Indonesia menghadapi fenomena ekstrem yang makin sering terjadi.Ketua STMKG, Deni Septiadi, menegaskan bahwa peran kampus yang berlokasi di Tangerang ini sangat strategis."Semua analis cuaca, forecaster, sampai peneliti banyak dari lulusan kami," ucap Deni kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat .Baca juga: UGM Buka Peluang Penyesuaian UKT Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh-SumateraDalam beberapa tahun terakhir, dinamika atmosfer Indonesia semakin ekstrem. Contohnya Siklon Senyar yang memicu banjir besar di Sumatera. Perubahan yang cepat dan kompleks ini tidak bisa diprediksi hanya dengan mengandalkan radar, satelit, atau alat pemantau modern.Deni menekankan bahwa teknologi hanyalah separuh dari solusi."Kemampuan membaca perubahan atmosfer tidak hanya mengandalkan teknologi seperti radar, satelit, dan instrumen lainnya."SDM yang terlatih tetap menjadi penentu utama."Peran STMKG di sini jelas, memastikan negara selalu memiliki SDM handal, unggul untuk mengobservasi, menganalisis, memprediksi cuaca hingga peringatan dini semakin akurat dan cepat," ujarnya.Ia menegaskan lagi bahwa kecanggihan alat tidak akan bermakna tanpa manusia yang mampu mengoperasikan dan menganalisisnya."Tanpa SDM meteorologi yang kuat, secanggih apapun teknologi tidak akan efektif," imbuh Deni yang mulai menjabat pada 2024.Untuk menjawab tantangan cuaca dan iklim Indonesia yang semakin kompleks, STMKG menyediakan empat program studi berbasis Diploma IV (D4). Masing-masing dirancang untuk mencetak tenaga ahli dengan kompetensi spesifik dan siap bekerja di lapangan maupun riset.Fokus pada pengamatan, analisis, hingga pengolahan data cuaca. Lulusannya disiapkan menjadi inovator penelitian dan penerapan meteorologi operasional.Mendalami analisis perubahan iklim dan tren jangka panjang. Taruna dibekali kemampuan riset untuk menjawab tantangan pemanasan global dan variabilitas iklim.Mengasah keahlian mengamati, menganalisis, dan meneliti fenomena geofisika, termasuk gempa bumi dan dinamika bumi lainnya.Berfokus pada penguasaan instrumentasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Taruna belajar merancang dan mengembangkan teknologi pendukung sistem informasi cuaca dan iklim.Baca juga: Pakar UGM: Jawa hingga Papua Selatan Masuk Zona Siaga Longsor dan Banjir


(prf/ega)