JAKARTA, - Seorang sopir truk sampah asal Jakarta Selatan, Yudi (51), meninggal dunia pada Jumat usai menjalani jadwal kerja yang disebut rekan-rekannya berlangsung jauh melebihi jam kontrak.Teman sesama sopir, Fauzan (bukan nama sebenarnya) (46), menjelaskan bahwa Yudi sudah mengalami kelelahan berat akibat jam kerja yang terus melewati batas waktu normal.“Jadi itu dia akumulasi kelelahan karena waktu kerjanya bisa lebih dari yang dikontrakkan 8 jam,” kata Fauzan kepada Kompas.com di Jakarta Selatan, Minggu .Sehari sebelum meninggal, Yudi memulai pekerjaannya sejak pukul 05.00 WIB untuk menjemput sampah di wilayah tugasnya hingga sekitar pukul 10.00 WIB.Baca juga: Gegara Aplikasi Maps, Jalan Sempit di Sawangan Depok Banyak Dilintasi Mobil hingga JeblosSetelah truk penuh, ia menuju TPST Bantargebang untuk mengantre bersama deretan truk lain.Antrean tersebut menghabiskan waktu sekitar delapan jam hingga truknya selesai dikosongkan. Yudi baru keluar dari area pembuangan pada pukul 19.04 WIB, sesuai struk yang diberikan petugas.“Dari sini ke Bantargebang itu kira-kira satu jam. Sampai sana 11.24 WIB, baru keluar jam 19.04 WIB, kurang lebih 8 jam,” jelas Fauzan.Meski sudah tiba di Bantargebang malam hari, Yudi tidak langsung pulang ke rumahnya di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur.Baca juga: Mengenal Depok Blind Thrust, Sesar Aktif di Selatan Jakarta yang Berpotensi Picu GempaIa mengisi bensin terlebih dahulu lalu beristirahat di sebuah warung nasi hingga pagi karena keesokan harinya kembali bekerja.Fauzan menyebut pola itu sudah sering dilakukan Yudi sebagaimana sopir lain yang harus mengembalikan truk ke pos Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan sebelum pulang.“Tiga hari nongkrong di sana sambil nunggu bertugas lagi, untuk recovery, memanfaatkan waktu lah untuk istirahat,” ujar dia.Sekitar pukul 03.00 WIB, saat masih berada di warung tersebut, Yudi mendadak mengalami sesak napas dan kejang.Baca juga: Utang Pinjol Rp 1 Juta Menyeret Siska ke Lingkaran Gali Lubang Tutup LubangRekan yang bersamanya segera membawa Yudi ke RS Karya Medika menggunakan angkot.Namun tidak lama setelah mendapat penanganan dokter, ia dinyatakan meninggal akibat gangguan pada jantung.Menurut Fauzan, kondisi itu dipicu dari pola makan dan istirahat Yudi yang tidak seimbang selama bekerja.
(prf/ega)
Kerja Lembur Berhari-hari, Sopir Truk Sampah Jaksel Meninggal Dunia
2026-01-11 03:58:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:19
| 2026-01-11 03:47
| 2026-01-11 03:29
| 2026-01-11 03:10
| 2026-01-11 02:58










































