Prabowo Langsung Naik Heli Tinjau Lokasi Banjir Tapanuli Utara

2026-01-17 04:37:36
Prabowo Langsung Naik Heli Tinjau Lokasi Banjir Tapanuli Utara
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sumatera Utara untuk meninjau lokasi banjir dan tanah longsor pada Senin yang terjadi beberapa hari belakangan. Dilihat dari tayangan Kompas TV, Kepala Negara ditemani oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setelah keluar dari pesawat yang mendarat di Bandara Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ia segera menuju helikopter untuk menuju lokasi banjir secara langsung mengingat banyak akses jalan yang terputus.Baca juga: Prabowo Tiba di Sumatera Utara untuk Tinjau Banjir Helikopter tersebut sudah tersedia di bandara yang sama untuk dinaiki Presiden Prabowo.Sekitar 40 menit berselang, Prabowo kemudian mendarat di Tapanuli Tengah.Dia disambut oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.Ada pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.Di lokasi, sudah ada pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.Dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Prabowo akan meninjau langsung kondisi lapangan termasuk situasi di titik-titik yang mengalami kerusakan serta gangguan layanan dasar.Baca juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Sumut Tinjau Bencana Banjir Peninjauan merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan seluruh upaya penanganan bencana berjalan dengan optimal. Dalam kunjungan kerja ini, Prabowo juga akan memastikan bahwa langkah-langkah darurat telah dilaksanakan sesuai standar penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.Sejauh ini, pemerintah tengah menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan, jembatan, energi, telekomunikasi, serta layanan kesehatan. Adapun sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta seluruh jajaran untuk bekerja cepat dalam penanganan agar dampak bencana dapat diminimalkan. Seluruh proses penanganan darurat diharapkan makin terkoordinasi dan memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa negara hadir dalam penanganan bencana. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan aparat di lapangan seiring potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-17 05:01