Tradisi Natal Unik di Indonesia, dari Marbinda di Sumut hingga Barapen di Papua

2026-01-16 15:29:55
Tradisi Natal Unik di Indonesia, dari Marbinda di Sumut hingga Barapen di Papua
- Hari Natal setiap 25 Desember dirayakan umat Nasrani di seluruh dunia sebagai momen memperingati kelahiran Yesus Kristus. Di Indonesia, suasana penuh sukacita ini hadir dengan tradisi yang beragam dan khas di setiap daerah.Tak hanya menyalakan pohon Natal atau memasang ornamen warna-warni, masyarakat Indonesia di berbagai wilayah memiliki cara unik untuk merayakan hari besar ini.Berikut rangkuman tradisi Natal dari sejumlah daerah di Nusantara dikutip dari buku "Natal di Penjuru Dunia".Di Sumatera Utara, masyarakat melaksanakan tradisi marbinda. Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih hewan secara kolektif pada hari Natal. Hewan yang disembelih merupakan hasil patungan atau tabungan bersama yang disepakati sejak jauh hari.Biasanya, hewan yang dikurbankan adalah babi, namun bila dana mencukupi, masyarakat dapat menyembelih kerbau.Selain mempererat kebersamaan, marbinda menjadi wujud syukur dalam merayakan Natal.Baca juga: Marbinda, Tradisi Natal dan Tahun Baru Masyarakat Batak TobaJika umumnya hiasan Natal berupa pohon dan lampu warna-warni, masyarakat Nasrani di Bali memiliki kekhasan tersendiri. Mereka memasang penjor, bambu melengkung yang dihias janur serta ornamen Bali.Saat beribadah di gereja, umat Nasrani Bali menggunakan pakaian tradisional, seperti kebaya, selendang, kamen, hingga destar bernuansa hitam dan putih. Harmoni budaya dan religi terasa begitu kuat dalam perayaan ini.KOMPAS.COM/ESTU SURYOWATI Barapen, tradisi masak tertua di Papua, Papua Barat, Kamis . Singkong, keladi, ikan, dan daging berbungkus aluminium foil dibakar dengan ditindih batu panas.Warga keturunan Portugis di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta, merayakan Natal dengan tradisi rabo-rabo. Usai kebaktian Natal, mereka berziarah ke makam di dekat gereja sebelum melakukan rabo-rabo.Tradisi rabo-rabo dilakukan dengan menabuh musik keroncong, menari bersama, dan berkeliling kampung mengunjungi keluarga. Siapa pun yang sudah dikunjungi wajib ikut rombongan hingga rumah terakhir.Puncak acara ditandai tradisi mandi-mandi, di mana warga saling menorehkan bedak putih di wajah sebagai simbol pembersihan kesalahan masa lalu.Baca juga: Rabo-rabo, Tradisi Tahun Baru Kampung Tugu JakartaDi Yogyakarta, beberapa gereja merayakan Natal dengan iringan gamelan. Para penabuh gamelan mengenakan busana Jawa, seperti beskap dan blangkon, serta menggunakan bahasa Jawa halus selama ibadah berlangsung.Setelah kebaktian, masyarakat saling berkunjung dari rumah ke rumah, memperkuat silaturahmi dan kebersamaan.Di Toraja, perayaan Natal berlangsung dalam festival budaya dan pariwisata bernama Lovely December. Festival ini dimulai awal Desember dan mencapai puncaknya pada 26 Desember.Keunikan festival ini salah satunya adalah pemotongan kerbau belang sebagai simbol ucapan syukur. Pada puncak perayaan ditampilkan arak-arakan lettoan yang meriah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-01-16 14:06