JAKARTA, - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan isi pembahasan yang berlangsung tertutup bersama Komisi I DPR RI dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Senin .Sjafrie menekankan, rapat tersebut menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pengerahan, pembinaan, dan pembangunan kekuatan.Dalam rapat tersebut, Sjafrie menekankan bahwa menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan stabilitas nasional tidak boleh diganggu gugat.“Untuk itu, diperlukan pembangunan kekuatan yang maksimal. Baik itu pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat dalam bentuk penambahan batalion,” kata Sjafrie, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin.Baca juga: Rapat Bareng Menhan-Panglima TNI, Ketua Komisi I Singgung Sikap Prabowo soal Saling MemaafkanPembangunan batalion tersebut, menurut dia, bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan provinsi.Saat ini, terdapat 514 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.Di sisi lain, Sjafrie mengungkapkan, terdapat industri strategis yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kedaulatan negara.Sjafrie menilai, sektor pertahanan harus memperkuat TNI, baik matra darat, laut, maupun udara.Hingga November 2025, Indonesia telah memiliki 150 batalion TNI yang disebut Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.Jumlah tersebut akan terus bertambah dengan target 150 batalion per tahun.“Ini tentunya tidak dimaksudkan untuk kebutuhan ambisi teritorial, tetapi semata-mata untuk menjaga keutuhan wilayah dan pengamanan serta menyelamatkan kepentingan nasional, serta menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara,” ujar dia.Pembahasan lain dalam rapat itu adalah rencana Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Baca juga: Komisi I DPR Rapat Tertutup dengan Menhan dan Panglima TNI, Bahas Apa?Secara substansi, pasukan tersebut tengah dipersiapkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.“Tetapi spesifikasi penugasan akan kita berdayakan untuk kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan dan juga rehabilitasi dari konstruksi-konstruksi yang telah mengalami kerusakan,” ujar Sjafrie.Dalam pemaparan kepada Komisi I DPR, Sjafrie menyampaikan bahwa pembangunan kekuatan TNI tidak hanya mencakup perancangan pasukan, tetapi juga pembangunan pangkalan bagi batalion-batalion yang tersebar di seluruh Indonesia.
(prf/ega)
Menhan Ungkap Isi Pembahasan Rapat Tertutup dengan Komisi I DPR RI dan Panglima TNI
2026-01-12 05:18:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:35
| 2026-01-12 05:13
| 2026-01-12 04:41
| 2026-01-12 03:04










































