JAKARTA, - Inflasi DKI Jakarta pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,31 persen secara bulanan (month-to-month).Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kondisi tersebut masih berada pada level aman, bahkan tetap lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional.“Jadi Jakarta untuk kenaikan inflasinya kan selalu di bawah nasional, jadi masih baik, Jakarta terkendali,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa .Baca juga: Inflasi Jakarta pada Oktober Capai 0,31 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas dan CabaiPramono menegaskan kondisi perekonomian Ibu Kota masih dalam situasi aman.“Baik inflasi maupun pertumbuhan ekonomi kita terkendali,” lanjut dia.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Ibu Kota sebesar 0,31 persen pada Oktober 2025.Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin menyatakan kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, serta bawang merah menjadi penyumbang utama inflasi.“Secara month-to-month, Provinsi DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,31 persen,” tulis Nurul dalam keterangan resminya, Senin .Dalam laporan tersebut, BPS menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar inflasi bulanan, sejalan dengan naiknya harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, serta daging ayam ras.Baca juga: Inflasi Jakarta Oktober 2025 Lebih Tinggi dari Nasional, Ini Komoditas PenyumbangnyaSelain itu, harga emas perhiasan turut mencatat kenaikan signifikan.“Inflasi terutama didorong oleh meningkatnya harga komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras, serta kenaikan harga emas perhiasan,” lanjut dia.Selain kelompok pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut mencatat kenaikan harga, terutama akibat peningkatan harga emas dan beberapa produk kebutuhan rumah tangga.Meski demikian, BPS mencatat terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, meski tidak cukup menahan laju inflasi.“Beberapa komoditas seperti tarif angkutan udara dan sejumlah produk yang berkaitan dengan teknologi informasi mengalami penurunan harga. Namun secara keseluruhan tren harga menunjukkan tekanan inflasi,” ujarnya.Baca juga: Inflasi Oktober 2025 Capai 0,28 Persen, Disumbang Emas Perhiasan dan Cabai MerahSementara secara tahunan (year-on-year), inflasi Jakarta berada pada level 2,69 persen, dan secara year-to-date (ytd) mencapai 2,02 persen.BPS menyebut pergerakan harga selama Oktober mencerminkan dinamika permintaan domestik dan kondisi pasokan pangan yang masih fluktuatif.“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2025 secara umum menunjukkan adanya peningkatan,” kata Nurul.
(prf/ega)
Inflasi Jakarta Oktober 2025 Capai 0,31 Persen, Pramono: Masih Baik dan Terkendali
2026-01-11 04:11:45
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:03
| 2026-01-11 01:52
| 2026-01-11 01:47










































